Jangan Hanya Move On, Tapi Cobalah Untuk Move Up

Kabarkebumen.com - Senin, 03 Mar 2014 | 17:16 WIB

Merasa menjadi makhluk yang paling nggak beruntung dan merana hanya karena patah hati? Mungkin itulah yang dirasakan oleh sebagian orang yang sedang mengalami virus bernama ‘Patah Hati’. Wajar kok, bahkan sangat wajar. Setiap orang pasti pernah mengalaminya. Namun, akan menjadi sangat nggak wajar jika kamu terus-terusan seperti itu.

Sehari dua hari bolehlah berdiam diri di kamar untuk menenangkan jiwa, menangis pun boleh supaya bisa membuatmu tenang dan lega. Tapi ingat, jangan jadikan itu sebagai kegiataan yang terus menerus kamu lakukan. Dijamin deh, kamu bakalan rugi besar. Belum tentu juga yang kamu tangisi tahu kalau kamu menangis buat dia, dan belum tentu juga dia tahu kalau kamu telah menghabiskan banyak waktumu hanya untuk memikirkannya.

Maka cobalah untuk bangkit. Jangan hanya move on, tapi cobalah untuk move up. Masa muda hanya terjadi sekali seumur hidup, sia-sia banget kalau hanya dihabiskan untuk galau dan menangisin si dia. Mulailah untuk sibukkan dirimu dalam kegiatan yang positif bersama teman-temanmu, alihkan perhatianmu kepada saudara-saudara kita yang kini tengah tertimpa bencana dan musibah, perbaiki kualitas dirimu hingga Tuhan pun nggak segan menjodohkanmu dengan dia yang jauh lebih baik dari orang yang telah menyakiti hatimu.

Paling penting, luapkan rasa sedih, kecewa dan marahmu dengan terus berprestasi, terus melejit menjadi yang terhebat. Jangan khawatir jika kamu merasa terabaikan dan nggak dianggap, karena yang perlu kamu lakukan adalah terus bersinar, hingga dia nggak bisa lagi nggak melihat kilau prestasimu itu. Hingga akhirnya kamu dapat dengan bangga mengatakan padanya,

“Terimakasih ya sudah membuatku patah hati, karenamu aku sekarang menjadi orang yang sukses berprestasi dalam berbagai bidang.”

Kawan, mungkin suatu saat kita akan terjatuh dari tangga kehidupan. Terperosok dalam jurang yang paling dalam, seolah-olah hidup kita telah sia-sia. Sendiri, ditinggalkan dan hanya bisa menatap punggung mereka.

Namun, kita harus memilih untuk bangun dan menapak, nggak peduli akankah hidup kita akan sampai pada nirwana atau tidak. Karena kita telah berhenti bertanya, berdamai dengan masa lalu dan ikhlas dengan masa depan. Menjemput kesempatan, berguru pada ujian, dan bersahabat dengan masa kini.

Hingga akhirnya, suatu saat kita akan mengerti. Bahwa hidup ini hanya persinggahan, dimana keindahan sejati itu adalah proses, saat sabar dan syukur membuatnya sempurna.

Jadi, mau memilih mana? Terus terpuruk karena patah hati, atau akan memilih untuk bangkit dan move up? Pilihan ada di tanganmu, kawan.[suaramerdeka]


Penulis : Eri

Komentar