Produsen Makanan Berbahaya Sulit Ditindak

Kabarkebumen.com - Selasa, 21 November 2013 | 07:20 WIB
Cendol warna mencolok sebagian makanan berzat tambahan berbahaya yang sering ditemui di berbagai pasar di Kebumen. (Foto : Dasih)

KEBUMEN (kabarkebumen.com) - Razia makanan berbahan tambahan berbahaya yang kerap digelar Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Diperindagpas) Kebumen di pasar-pasar Kebumen kerap buntu saat akan dilakukan penindakan terhadap produsennya. Kebuntuan itu disebabkan tempat produksinya di luar Kebumen sehingga petugas sulit untuk menindaknya.

Berbagai jenis makanan yang sering terkena razia petugas karena diduga mengandung zat-zat berbahaya seperti rhodamin B, formalin dan boraks, masing-masing sebagai pewarna, pengawet dan pengenyal makanan. Zat-zat berbahaya pada makanan itu biasanya didapatkan pada kerupuk, lanting, mi basah, cendol dan bakso yang dijual di pasar-pasar tradisional di Kebumen.

"Setelah dirazia, makanan tersebut diperiksa di laboratorium. Biasanya dugaan petugas tak meleset, karena uji laboratorium bisa membuktikan zat-zat apa saja yang terkandung di dalam makanan itu," jelas Kabid Perdagangan Diperindagpas Kebumen, Sri Wahyuroh SH di ruang kerjanya, Kamis (21/11/2013).

Berdasarkan pengalaman Diperindagpas Kebumen, ternyata tindakan hukum kepada produsen makanannya tak semudah pelaksanaan razia. Sebab, jenis-jenis makanan tertentu seperti mie basah yang mengandung formalin atau bakso ikan yang mengandung boraks, ternyata dibuat di luar daerah seperti Kabupaten Magelang.

Namun saat ini para pedagang pasar yang menjajakan makanan semacam itu biasanya berusaha merahasiakan siapa produsen makanannya. Petugas pun harus punya strategi khusus untuk bisa mengorek keterangan dari pedagang tersebut.
Sumber : krjogja


Penulis : KabarKebumen

Komentar