Viral, Prostitusi Online di Kebumen Libatkan Pelajar

Kabarkebumen.com - Sabtu, 24 Jan 2019 | 11:56 WIB

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Prostitusi online tidak melulu terjadi di kota besar dan menyangkut orang kenamaan atau publik figur. Prostitusi dengan memanfaatkan media sosial berbasis internet inipun nyatanya terjadi di Kebumen. Beberapa penyedia jasa pamunikmat ini bahkan secara terang-terangan menawarkan melalui akun media sosial maupun grup tertentu.

Praktik itu beberapa di antaranya ditawarkan melalui media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya. Dari penelusuran wartawan, media yang digunakan yakni melalui group facebook tertutup, sehingga hanya anggota grup yang dapat melihat postingan tersebut.

Umumnya pada postingan akan dituliskan nomor handphone yang dapat dihubungi oleh calon pelanggan. Tarif yang yang dikenakan berkisar Rp 250 ribu. Tarif yang dibandrol tersebut hanyalah untuk jasa WPS (wanita penjaja seks) saja. Sedangkan untuk penginapan ataupun hotel yang akan disewa nantinya.

Salah satu sumber yang enggan menyebut nama mengatakan, prostitusi mulai komersiil di Kebumen sudah ada sejak tahun 2000an. Sedangkan prostitusi online sendiri dimulai beberapa tahun belakangan ini seiring perkembangan gadget dan teknologi informasi yang terus meningkat.

"Beberapa pekerja seks di antaranya masih berusia pelajar, bahkan ada yang di bawah umur," katanya, Rabu (23/1/2019).

Menurutnya, keterlibatan usia pelajar dalam praktik pramunikmat ini telah menjadi rahasia umum. Terkait pelanggan justru dari kalangan yang tergolong berkantong tebal karena tarifnya yang cukup mahal. Ada beberapa istilah dalam bisnis ini seperti BO (Booking Out), ST (Short Time), maupun LT (Long Time). 

"Terkait tarifnya tentu berbeda-beda masing-masing," terangnya.

Koordinator FPA Bougenville Kebumen Solekhan diminta keterangan mengaku prihatin kondisi tersebut. Maraknya bisnis prostitusi di kalangan remaja dilatarbelakangi gaya hidup dan bukan kebutuhan hidup. Untuk mencapai gaya hidup yang diinginkan, beberapa remaja memilih jalan pintas untuk mendapatkan rupiah salah satunya terlibat prostitusi.

"Sangat memprihatikan. Mereka tidak berfikir bahaya dari pekerjaan itu," katanya.

Langkah yang dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan itu perlu adanya benteng agama. Pasalnya, dengan pondasi agama yang kuat tentu dapat meminimalisir praktik prostitusi. Peran serta tokoh agama, pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat dalam pencegahan sangat penting.

"Orang tua harus lebih mengawasi anaknya," tandasnya.


Editor : Eri
Sumber : kebumen.sorot

Komentar