Hukum Berkeluh Kesah di Media Sosial

Kabarkebumen.com - Rabu, 01 Oktober 2018 | 09:06 WIB
Ilustrasi

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Dewasa ini, situs jejaring sosial memang sedang marak-maraknya, dari mulai anak-anak sampai orang dewasa pasti sudah mempunyai, seakan Media Sosial menjadi salah satu syarat yang wajib bagi setiap orang. Tentunya situs jejaring sosial seperti ini ada sisi negatif dan positifnya.

Tergantung orang yang menggunakannya, ada orang yang menggunakannya sebagai ajang silaturahmi dengan teman lama, bisnis, dakwah, berbagi cerita, dan sebagainya.

Kata-kata sepertinya mempengaruhi sebagian besar pengguna Media Sosial, “What’s on your mind?”. Pastinya setiap orang menuliskan apa yang ada di pikirannya, bahkan apa yang ada dalam hatinya dia ungkapkan. Otomatis orang-orang akan mengetahui apa yang dia pikirkan atau apa yang dia rasakan. Banyak dari pengguna Media Sosil (khususnya pemuda/pemudi) yang isi statusnya mengenai masalah yang sedang dia hadapi, entah itu tentang perasaan, cinta, teman, keluarga, atau yang lainnya, dan dari analisis yang penulis lihat, isi status yang paling banyak adalah tentang cinta, weleh-weleh.

Sahabat, tahukah jika status di Media Sosial seseorang itu mencerminkan sifat seseorang?. Jika sedang ada masalah dia update status, sedang galau update status, sedang sedih update status, pokoknya apa yang dilakukan dan rasakan langsung ditulis status di Media Sosial, seakan adalah obat dari segala keluh kesah dan galau. Sifat seperti inilah yang mencerminkan seseorang memiliki sifat keluh kesah dan tidak tegar atau sabar dalam menjalani hidup. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. dalam Al Quranul Karim.

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.” ( Q.S. Al Ma’arij [70] : 19).

Memang berkeluh kesah adalah hal yang manusiawi dalam ayat di atas, karena Allah telah Menjadikan sifat manusia yang selalu berkeluh kesah.

Namun, tidak seharusnya kita mempromosikan keluh kesah kita di Media Sosial dilihat setiap orang, seakan cerminan bahwa kita ingin dikasihani oleh orang banyak dan mereka merasa iba atau kasihan terhadap kita.

Allah, yang hanya kepada-Nya-lah kembalinya segala urusan, maka kita serahkan saja kepada Allah, menulis keluh kesah di Media Sosial itu tidak akan menyelesaikan segala urusan, Allah-lah yang dapat Membantu kita dikala sedang berkeluh kesah. Maka sudah sepatutnya kita berkeluh kesah hanya kepada Allah Swt. yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Hanya dengan Allah-lah segala keluh kesah kita akan hilang. Kita contoh Nabi Ya’qub yang hanya berkeluh kesah kepada Allah saja.

“Ya’qub menjawab:

“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Q.S. Yusuf [12] : 86).

Sahabat, berkeluh kesah di Media Sosial hanya akan membuat orang memandang kita sebagai orang yang mudah berkeluh kesah, lebih baik buatlah status yang mengispirasi atau bermanfaat untuk orang banyak, dengan itu kita secara tidak langsung telah menjadi inspirasi bagi mereka. Masih mau berkeluh kesah di Media Sosial? Pikir dua kali deh.

Rasulullah bersabda : “Tiga hal yang merupakan pundi-pundi kebaikan : Merahasiakan derita, merahasiakan musibah, dan merahasiakan sedekah”. (H.R. Baihaqi).

 



Komentar