13 Pelajar di Kebumen Kena HIV AIDS di Tahun 2018

Kabarkebumen.com - Minggu, 30 September 2018 | 21:25 WIB
Ilustrasi

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM -  Penularan HIV AIDS pada kelompok pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Kebumen sudah pada taraf memprihatinkan. Hingga Juli 2018 lalu saja jumlah telah mencapai 13 orang. Sedangkan berdasarkan golongan umur, umur 15-24 tahun sejumlah 151 orang.

Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Kebumen, Wahib Tamam, mengatakan kondisi ini menunjukan pada usia anak sekolah sudah banyak yang tertular HIV AIDS.

"Diperlukan upaya bersama dalam membentengi pelajar di Kabupaten Kebumen agar tidak tertular HIV AIDS," kata Wahib Tamam, pada acara Bimbingan Teknis tentang HIV AIDS kepada Penyuluh Agama dan Guru Bimbingan Konseling di Kabupaten Kebumen yang diselenggarakan di Hotel Candisari Karanganyar, kemarin.

Selain itu dari faktor resiko perilaku tertular HIV, kata dia, jumlah usia muda banyak yang tertular HIV AIDS dari faktor resiko homoseksual. "Kecenderungan kelompok homoseksual sebagai pembawa penularan dari tahun ke tahun terus meningkat," terangnya.

Menurutnya, perlu adanya peran sekolah dalam memberikan edukasi tentang perilaku sehat. Hal ini sangat perlu agar anak tidak memiliki potensi ke perilaku-perilaku untuk tertular HIV AIDS.

"Berdasarkan hal tersebut KPA Kabupaten Kebumen di pandang perlu untuk menyelenggarakan Bimbingan Teknis tentang HIV-AIDS kepada para Guru BK dan Penyuluh Agama di Kabupaten Kebumen," imbuhnya.

Acara yang dibuka oleh Pj Sekda Kebumen Mahmud Fauzi itu diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari guru bimbingan konseling dan penyuluh agama. Sedangkan, narasumber yang dihadirkan yakni Kasi Pencegahan dan pengendalian penyakit menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Arum Dwi Lestariningsih, yang membawakan materi tentang Sosialisasi HIV AIDS dan data HIV-AIDS di Kabupaten Kebumen.

Kemudian narasumber berikutnya, Konselor pada RSUD dr Soedirman Kebumen, Yulia Tri Hartati. Yang menyampaikan materi tentang Ancaman Perilaku Beresiko HIV-AIDS Pada Pelajar.

Dalam sambutannya, Mahmud Fauzi menyampaikan bimbingan teknis ini akan menambah wawasan kepada penyuluh agama dan guru bimbingan konseling. Sehingga nantinya dapat memberikan pengetahuan tentang faktor resiko penularan HIV pada pelajar dan mahasiswa.

"Ini perlu mendapat perhatian kita bersama. Untuk itulah diperlukan upaya bersama dalam membentengi pelajar di Kabupaten Kebumen agar tidak tertular HIV AIDS," ujarnya.

Dia berharap dengan adanya bimbingan teknis tersebut dapat mengidentifikasi potensi penularan HIV pada Pelajar. Sekaligus dapat memberikan edukasi mengenai HIV AIDS.

"Kedepan nantinya diharapkan ada program penanggulangan HIV AIDS di Sekolah secara berkelanjutan," tandasnya.


Editor : Budi
Sumber : kebumenekspres

Komentar