Dari Ibu Rumah Tangga, Yuniati Menjadi Caleg

Kabarkebumen.com - Rabu, 30 Agustus 2018 | 08:59 WIB

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Meski keponakan almarhum Zuhri Efendi, politisi yang pernah menjadi calon bupati pada Pemilihan Bupati Kebumen tahun 2005, sebenarnya tak pernah terbersit dalam pikiran Yuniati Zainul Khasanah bila suatu saat akan terjun di dunia politik.

Pernikahannya dengan Achmad Marzoeki, yang akrab dipanggil Kang Juki, membuat perjalanan hidupnya banyak berubah. Sempat tinggal di Kabupaten Bogor selama kurun waktu 2002 hingga 2011, Yuni akhirnya kembali berdomisili di Kebumen.

"Awalnya berinteraksi melalui media sosial (medsos) membuat kegiatan-kegiatan sosial saat ada musibah di Kebumen seperti banjir dan kekeringan bersama group-group facebook yang ada di Kebumen, seperti Kebumen Bae Lah, Wong Kebumen Asli, Berita Kebumen, Gerak Sedekah Kebumen dan lain-lain," cerita Yuni.

Tinggal di Kauman, Yuni bersosialisasi dengan berbagai kegiatan warga Kauman, ikut jamaah tahlilan pimpinan KH Nurwahid, tadarus Al Qur'an tiap malam Rabu di Masjid Agung Kebumen, group rebana Al Istiqomah pimpinan Nyai Hj. Nuriyani Nashiruddin Al Mansyur (istri mantan Bupati Kebumen KH Nashiruddin Al Mansyur), Paguyuban Pulasara Layon (PPL), PKK Desa Kutosari dan lain-lain.

Datanglah kesempatan menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) untuk Pemilu 2014 melalui Partai Bulan Bintang (PBB), Yuni jadi memulai berkiprah di dunia politik. Namun hasilnya mengecewakan. Pengalaman pertama yang sebenarnya membuat jera Yuni untuk beraktivitas di dunia politik.

"Nggak apa-apa, selama kita berniat baik, tidak akan ada tindakan yang sia-sia. Setidaknya setiap peristiwa akan memberi pelajaran pada kita, memperkaya wawasan kita tentang karakter orang-orang di sekitar kita," kalimat-kalimat dari Kang Juki yang diingat Yuni untuk membesarkan hatinya.

Pergaulan Yuni di Kebumen meluas, sehingga perkumpulan yang diikuti kian bertambah. Sering mendampingi kegiatan istri Kepala Desa Kutosari, Yuni jadi ikut Paguyuban Senyum Berseri yang beranggotakan istri-istri Kepala Desa se Kecamatan Kebumen. Lalu ikut Paguyuban Larasati, bergabung dengan Perwari (Persatuan Wanita Republik Indonesia) dan GOW (Gabungan Organisasi Wanita).

Kepedulian terhadap persoalan perempuan dan anak di Kebumen, acapkali membuat Yuni ingin berbuat sesuatu. Seperti kasus pelecehan sex terhadap anak, kasus bunuh diri sampai kasus-kasus perceraian. Namun kiprah secara individual seringkali kurang mendapat respon sepadan.

Apalagi sebenarnya basis keilmuan Yuni adalah peternakan. Usai lulus dari SMA Negeri 1 Prembun tahun 1988, Yuni melanjutkan ke Program D3 Produksi Ternak Unggas dan Perah (PTUP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Lulus tahun 1991 dari PTUP Unsoed, kemudian menyelesaikan S1 Peternakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 1995.

Sebenarnya Kang Juki hendak mendorong Yuni bisa ikut bergabung ke PUAN (Perempuan Amanat Nasional) saja, agar ada wadah mengembangkan aktivitas sesuai kepeduliannya. Karena belum semua kuota bacaleg di seluruh dapil terpenuhi, maka Yuni dikontak DPD PAN Kebumen untuk dikonfirmasi kesediaanya menjadi bacaleg.

"Ya sudah ikut nyaleg PAN saja," ujar Yuni menirukan tanggapan Kang Juki ketika diberi tahu kalau dikontak DPD PAN.

Waktu yang mepet untuk mempersiapkan kelengkapan administrasi pencalegan, membuat Yuni hanya menyertakan syarat minimal untuk pendidikan, yakni salinan ijazah SMA. Sementara salinan ijazah D3 PTUP Unsoed dan S1 UMM tidak disertakan, karena tidak sempat untuk melegalisir.

"Saya nyaleg bagian dari ketaatan istri kepada suami. Suami ingin berkontribusi bagi daerah, tapi mencari nafkahnya masih di luar daerah. Solusinya saya meningkatkan aktivitas dengan arahan suami," jelas Yuni.

Akhirnya perempuan kelahiran Kebumen, 11 Juni 1970 ini, menjadi caleg PAN untuk dapil Kebumen 1 (Kecamatan Kebumen dan Buluspesantren) dengan nomor urut 7.

"Alhamdulillah dikasih nomor paling buncit, gampang mengingatnya," seloroh Yuni mengakhiri pembicaraan.


Editor : Budi
Sumber : kebumenekspres

Komentar