Menang versi Hitung Cepat, Ganjar Siap Jalankan Program Sudirman

Kabarkebumen.com - Kamis, 28 Juni 2018 | 08:45 WIB
DIELU-ELUKAN - Ganjar Pranowo dan Gus Yasin dielu-elukan, bahkan digendong para relawan begitu datang di kantor DPD PDIP Jateng di Jalan Brigjen Katamso, Kota Semarang, Rabu (27/6/2018).

KABARKEBUMEN.COM - Pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin unggul dalam hitung cepat pemilihan gubernur Jateng yang diselenggarakan oleh beberapa lembaga survei.

Hampir semua lembaga yang menyelenggarakan hitung cepat memenangkan Ganjar dengan selisih angka di atas 10 persen dari Sudirman Said.

Hasil hitung cepat litbang Kompas Ganjar meraih 58.34 persen suara, sedangkan Sudirman 41.66 persen. Saiful Mujani Research Centre juga merilis hasil perolehan suara Ganjar sebesar 58,58 persen dan Sudirman Said 41,42 persen. Satu lagi lembaga survei Indobarometer juga merilis hasil gitung cepat Ganjar 56,74 persen dan Sudirman Said 43,26 persen.

Meski unggul dan berpeluang besar kembali memimpin Jateng, Ganjar dan Yasin justru bersepakat akan menjalankan program-program positif dari sang rival, Sudirman-Ida, untuk kemajuan Jawa Tengah.

"Banyak ide-ide brilian dari Pak Dirman, dari Mbak Ida, kita akan akomodasikan," tuturnya saat mendatangi kantor DPD PDIP Jateng di Jalan Brigjen Katamso, Kota Semarang, Rabu (27/6/2018).

Ganjar dan Gus Yasin tiba di kantor DPD PDIP sekitar pukul 16.20 WIB. Mereka langsung dielu-elukan, bahkan digendong para relawan begitu datang.

Petahana Gubernur Jawa Tengah itu berujar akan belajar lagi program-progam baik dari pasangan Sudirman-Ida.

"Maka nanti kalau beliau-beliau dan pemda berkenan, kami juga akan belajar dari beliau, untuk bisa memasukkan apa program-program di Jawa Tengah ke depan. Saya kira itu (program Sudirman-Ida) banyak yang bagus," tutur dia.

"Kami ingin betul kekuatan itu bersatu kembali. Agar Jawa Tengah tidak terpecah," sambung Ganjar.

Pasangan nomor 1 Ganjar-Yasin memenangi suara Pilkada Jateng versi hitung cepat atau quick count.

Ganjar menegaskan akan mengawal kemenangan tersebut hingga hitungan nyata dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Meski menang Ganjar mengakui hasil hitung cepat masih di luar prediksinya. Ganjar kalah di tiga daerah.

"Kita kalah di Brebes, Kabupaten Tegal, sama Kebumen. Terkait apa penyebabnya dan sebagainya itu nanti, biar partai yang mengurus soal itu," ungkapnya.

Ganjar mengimbuhkan pihaknya enggan mengklaim kemenangan berdasar quick count, demi mengantisipasi perdebatan.

"Kecuali nanti pihak dari Pak Dirman dan Mbak Ida juga sudah menyampaikan itu. Kalaulah kemudian sudah disampaikan, maka secara batiniah kita selesai, tapi secara legal formalnya kita tunggu dari KPU. Agar tak terjadi perdebatan kesana kemari," ujarnya.

Ganjar Pranowo mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) 2 Jalan Slamet 1, Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Rabu (27/6/2018), sekitar pukul 08.00 WIB.

Dia datang bersama istri, Siti Atikoh. Mereka kompak berbusana atasan putih. Puluhan warga menyambut kedatangan Ganjar. Kebanyakan orang mengabadikan momen kedatangan pria berambut putih itu.

Ganjar datang menempati urutan ke-10, sedangkan Atikoh ke-11 dalam TPS itu. Jumlah daftar pemilih tetap tercatat 282 orang. "Ada 20-an orang yang tidak mencoblos karena meninggal dunia, sebagian lagi sudah pindah domisili," kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 2, Khakim.

Dia mengimbuhkan, pasangan calon (paslon) 1 menang telak dari sang rival, di TPS itu. Secara rinci, Khakim menyebut paslon Ganjar-Yasin mendapat 135 suara, sedangkan paslon Sudirman-Ida sebanyak 49 suara.

"Suara tidak sah ada 1, yang sah 185 suara,"imbuhnya. Usai mencoblos, Ganjar menyampaikan ucapan terima masih kepada seluruh pendukung, baik Ganjar-Yasin, maupun Sudirman-Ida. Tak lupa, dia pula menghaturkan terima kasih kepada petugas KPPS.

"Saya juga menyampaikan maaf kalau selama kampanye kemarin ada yang terluka, ada yang sakit, ada yang tidak berkenan di hati khususnya untuk Pak Dirman dan Mbak Ida, tetapi kita tetap bersahabat," kata Ganjar.

Ganjar mengutarakan ingin bersilaturahmi dengan pasangan rival Sudirman-Ida, bila memenangi kontestasi pemilihan gubernur. "Waktunya (silaturahmi) masih rahasia ya," kata Ganjar.

"Pengalaman saya di tahun 2013 dulu, orangtua menyarankan, para romo kyai, kasepuhan menyarankan, eh, datengilah. Jadi, kemenangan agar tidak menjadi kesombongan," katanya. 


Editor : Budi
Sumber : TRIBUNJATENG/CETAK/dna

Komentar