Debat Pilgub, Ida Fauziyah: Kiblat Batik Harus Diarahkan Ke Jawa Tengah

Kabarkebumen.com - Rabu, 22 Juni 2018 | 08:24 WIB
Ilustrasi debat cagub Jateng (Luthfy Syahban/detikcom)

KABARKEBUMEN.COM - Debat Terbuka Pilgub Jateng 2018 yang terakhir telah digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Tengah, Kamis (21/6/2018).

Disiarkan secara langsung oleh Kompas TV, debat kali ini mengangkat tema seputar demokrasi, hukum dan kawasan.

Acara yang dimoderatori oleh Aiman Witjaksono tersebut berlangsung di Rama Shinta Ballroom, Patra Hotel and Convention.

Selepas para Cagub yang menyampaikan pertanyaan lantas ditanggapi oleh Cagub yang lain, dilanjutkan dengan giliran para Cawagub.

Ida Fauziyah, pasangan dari nomor urut 2 Sudirman Said tersebut menuturkan untuk mengangkat Jawa Tengah menjadi sentral batik dunia.

"Jawa tengah juga memiliki potensi yang luar biasa, batik adalah satu di antara potensi yang luar biasa. Kami ingin mengangkat Jawa Tengah tidak hanya menjadi sentral batik Indonesia, tetapi akan menjadi sentral batik dunia," ujarnya menanggapi Taj Yasin.

Pakaian batik yang digunakan Dirman - Ida dan para pendukungnya juga dimaksudkan untuk mengajak masyarakat Jawa Tengah.

"Ini potensi yang harus kita gali, kiblat batik harus diarahkan ke Jawa Tengah," tambahnya.

Potensi-potensi yang telah disebutkan oleh Ida dan Yasin, dinilai oleh pasangan Dirman tersebut untuk menjadi gerakan penurunan kemiskinan di Jawa Tengah.

Dengan kemiskinan turun, maka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga akan turun.

"IPM Jawa Tengah di bawah rata-rata IPM nasional. Termasuk Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Jateng di bawah IPG nasional," paparnya.

IPM dan IPG yang rendah tersebut dilihat dari lamanya belajar masyarakat Jawa Tengah yang belum sampai 9 tahun.

Hal tersebut dijelaskan Ida menjadi beratnya berkompetisi di era global dan Jawa Tengah menjadi pemasok pengiriman tenaga kerja luar negeri yang cukup tinggi.(*)

 


Editor : Budi
Sumber : jateng.tribunnews

Komentar