Kekeringan, Warga Karangbolong Terpaksa Beli Air Bersih

Kabarkebumen.com - Minggu, 21 Juni 2018 | 08:14 WIB
Ilustrasi

BUAYAN, KABARKEBUMEN.COM - Warga dua pedukuhan di Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan, mulai mengalami kesulitan air bersih. Sumur-sumur warga dan sumber mata air yang ada mulai mengering.

Mereka terpaksa harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari. Kondisi ini dialami oleh warga Dukuh Boranda dan Dukuh Genjah desa setempat, yang memang letaknya berada di wilayah pegunungan.

"Sejak awal puasa kita sudah beli (air)," ujar Tumini (58), salah satu warga di Dukuh Genjah, Desa Karangbolong, kemarin.

Tumini membeli air seharga Rp 15.000 untuk satu drum plastik berisi 200 liter. Satu drum air ini hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarganya selama tiga hari. "Saya sekali beli biasanya langsung 2 drum," kata Tumini.

Senada dikatakan warga lainnya, Lasikem (61). Warga Dukuh Boranda ini juga mengaku terpaksa membeli air bersih dari penjual air musiman. Hal itu karena belik (sumber mata air) yang ada di sekitar rumahnya mengering. "Kalau mau ambil air sendiri jauh, ada yang antar ya nggak apa-apa kita beli," tuturnya.

Lasikem mengaku tidak merasa sedih dengan kondisi itu. Karena bagi Lasikem, kesulitan air bersih pada musim kemarau sudah jamak terjadi di lingkungannya. "Alhamdulillah masih ada yang ngantar air, itu sudah bersyukur," kata dia.

Sementara itu, penjual air di Desa Karangbolong, Kasiyo (41), mengaku menjual air bersih seharga Rp 15.000 per satu drum isi 200 liter. Dalam sekali mengirim air dia menggunakan satu truk berisi 20 drum air. "Sehari biasanya sampai tiga kali pengiriman," ungkap Kasiyo.

Kasiyo mengaku melayani warga di dua pedukuhan yang letaknya berbatasan langsung dengan Desa Banjararjo, Kecamatan Ayah. Sedangkan, air yang dijualnya itu diambil dari sumur miliknya yang berada di Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring. "Kita bantu mereka. Kasihan kalau mereka harus ambil sendiri kan jauh," imbuhnya.

Pemkab Kebumen melalui BPBD mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi datangnya musim kemarau yang mengakibatkan sejumlah daerah mengalami kesulitan air bersih.

Setiap musim kemarau melanda, sejumlah desa di Kabupaten Kebumen mengalami kesulitan air bersih. khususnya yang berada di wilayah pegunungan. Pasalnya, sebagian mata air diwilayah pegunungan debitnya mulai berkurang.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kebumen, Muhyidin,menjelaskan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah dalam antisipasi menghadapi musim kemarau nanti. Diantaranya dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang masuk dalam data status darurat kekeringan.

Tahun ini BPBD Kebumen mengalokasikan anggaran sebesar Rp 350 juta yang bersumber dari APBD Kebumen 2018. Anggaran tersebut untuk droping air bersih setara dengan 1.450 tangki air.

Sedangkan, mobil tangki yang sewaktu-waktu siap diterjunkan sebanyak 9 unit. Termasuk mobil tangki milik PDAM. Pihaknya, memprediksi permintaan bantuan air bersih mulai usai lebaran ini. "Saat ini masih belum ada usulan masuk. Tapi pada prinsip begitu ada permintaan kami sudah siap mendistribusikan," imbuhnya.


Editor : Budi
Sumber : kebumenekspres

Komentar