Elpiji 3 Kg Langka, Harga Melambung Naik

Kabarkebumen.com - Kamis, 11 Juni 2018 | 08:09 WIB
Ilustrasi

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - H-7 lebaran, mulai terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram di pasaran. Kelangkaan diprediksi disebabkan banyaknya masyarakat yang menyimpan di rumah untuk persiapan lebaran. Untuk mengatasi hal tersebut, menjelang lebaran ini stok elpiji di pasaran juga ditambah.

Kelangkaan epliji 3 kilogram mulai dirasakan nyaris di semua kecamatan.

Sarfungah (55) salah satu warga Kebululusan Pejagoan, menyampaikan hingga kini elpiji mulai sulit didapat. Hal serupa juga disampaikan oleh Albait (30) warga lainnya. Menurutnya, saat ini elpiji sangat langka dan sulit sekali didapat. “Sangat langka, bahkan sangat sulit untuk membeli,” tuturnya, Jumat (8/6/2018).

Langkanya elpiji juga membuat harga semakin melambung. Harga elpiji  3 kilogram kini melambung hingga jauh diatas harga eceran tertinggi yakni Rp 25 ribu pertabung. Padahal seharusnya harga eceran tertinggi yang ditentukan oleh pemerintah hanya Rp 18.000 saja.

Inka Novenia (22) salah satu warga Desa Aditirto menyampaikan jika didesanya kini sangat langka elpiji 3 kilogram. Saking langkanya pihaknya terpaksa tidak berjualan gorengan lantaran tidak bisa menggoreng. “Saya sampai tidak jualan, lantaran tidak ada gas,” jelasnya.

Adapun upaya untuk mencegal kelangkaan elpiji di masyarakat, Pemkab Kebumen menghimbau agar elpiji 3 kilogram benar-benar digunakan oleh pihak yang membutuhkan. Adapun PNS, TNI Polri dan warga masyarakat yang mampu diminta kesadarannya untuk tidak menggunakan elpiji 3 kilogram.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Kebumen Hj Wahyu Siswanti SE MSi menyampaikan, jumlah elpiji di pasaran akan ditambah secara berkala hingga hari lebaran mendatang. Berdasar pada data elpiji yang beredar di Kebumen 1 Juni sebanyak 30.080 tabung perhari. Angka tersebut akan terus ditambah setiap harinya hingga mencapai 41.360 tabung pada tanggal 14 Juni mendatang atau H-1 lebaran. “Yang mampu, PNS, TNI dan Polri jangan menggunakan epliji 3 kiligram,” katanya.

Sementara itu Krisna (40) salah satu pengecer elpiji di Kelurahan Tamanwinangun Kebumen menyampaikan jika sebenarnya elpiji tidak mengalami kelangkaan. Namun sedikitnya elpiji yang beredar diduga akibat disimpan oleh masyarakat menjelang lebaran. “Kalau kelangkaan seharunya tidak terjadi. Ini lantaran banyak rumah tangga yang menyimpan dirumah,” ucapnya.


Editor : Budi
Sumber : kebumenekspres

Komentar