43.383 Warga di Kebumen Terancam Krisis Air Bersih

Kabarkebumen.com - Selasa, 24 Mei 2018 | 12:04 WIB
Ilustrasi

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Sebanyak 43.383 jiwa warga Kabupaten Kebumen terancam akan mengalami krisis air bersih pada musim kemarau ini. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, jumlah tersebut tersebar di 64 desa yang ada 12 kecamatan.

Yakni 7 desa di kecamatan Karanggayam, 4 desa di Kecamatan Ayah, 4 desa di Kecamatan Kebumen, 9 desa di kecamatan Sruweng. Kemudian, di Kecamatan Alian ada 7 desa, Karanganyar 4 desa, Poncowarno 5 desa, Buayan 4 desa, Karangsambung 3 desa, Sempor 8 desa, Kutowinangun 1 desa dan Pejagoan 8 desa.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kebumen, Muhyidin, mengatakan jumlah daerah rawan kesulitan air bersih tahun menurun dibandingkan tahuan lalu. Pada tahun lalu jumlahnya mencapai 66 desa di 13 kecamatan.

"Karena sudah ada Pamsimas sehingga dua desa sudah tidak droping air bersih lagi. Yaitu Desa Pabuaran Kecamatan Prembun dan Desa Kajoran Kecamatan Karanggayam," kata Muhyidin, di ruang kerjanya, Rabu siang.

Muhyidin menjelaskan, sesuai dengan prediksi BMKG musim kemarau telah memasuki Kabupaten Kebumen pada dasarian kedua Mei ini. "Sesuai dengan prediksi pada dasarian kedua di bulan Mei sudah memasuki awal kemarau. Yakni antara tanggal 11-20 Mei ini,"

Diprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus dan September mendatang. "Ini dipediksi dari BMKG, nanti di bulan Oktober akan mulai masuk musim penghujan," terang Muhyidin.

Pemkab Kebumen melalui BPBD mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi datangnya musim kemarau yang mengakibatkan sejumlah daerah mengalami kesulitan air bersih.

Setiap musim kemarau melanda, sejumlah desa di Kabupaten Kebumen mengalami kesulitan air bersih. khususnya yang berada di wilayah pegunungan. Pasalnya, sebagian mata air di wilayah pegunungan debitnya mulai berkurang.

Ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah dalam antisipasi menghadapi musim kemarau nanti. Diantaranya dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang masuk dalam data status darurat kekeringan.

Tahun ini BPBD Kebumen mengalokasikan anggaran sebesar Rp 350 juta yang bersumber dari APBD Kebumen 2018. Anggaran tersebut untuk droping air bersih setara dengan 1.450 tangki air.

Sedangkan mobil tangki yang sewaktu-waktu siap diterjunkan sebanyak 9 unit. Termasuk mobil tangki milik PDAM. Pihaknya, memprediksi permintaan bantuan air bersih mulai datang usai lebaran mendatang. "Saat ini masih belum ada usulan masuk. Tapi pada prinsip begitu ada permintaan kami sudah siap mendistribusikan," imbuhnya. 


Editor : Budi
Sumber : kebumenekspres

Komentar