BREAKING NEWS: Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Putuskan Awal Puasa pada Kamis, 17 Mei 2018

Kabarkebumen.com - Rabu, 15 Mei 2018 | 19:42 WIB
Kepala kanwil Kemenag Jateng, Farhani tengah mengamati hilal menggunakan teropong bintang

JAKARTA, KABARKEBUMEN.COM - Pemerintah akhirnya menetapkan tanggal 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis (17/5). Keputusan ini berdasarkan sidang isbat di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (15/6/2018) malam ini.

Sidang dihadiri Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, imam besar Istiqlal Nasaruddin Umar, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), PBNU, PP Muhammadiyah, ormas-ormas Islam, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dll.

Sebelumnya Menag telah menerima paparan posisi hilal dari pemantau di 32 provinsi. Metode yang digunakan pemerintah adalah rukyat.

"Dari pelaku Rukyatul Hilal yang teratuk hilal yang tersebar di 95 titik seluruh tanah air maka sampai dengan isbat tadi berlangsung kita menerima 32 pelaku rukyatul hilal kita menerima laporan kesaksian mereka. Dari 32 yang melaporkan tidak satupun yang berhasil melihat hilal, " ujar Menteri Agama Lukman Saifuddin di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).

Maka dengan dua hal tadi perhitungan hisab dan hasil rukyatul hilal yang tidak melihat hilal sebagaimana ketentuan selama ini yang kita pegangi sebagaimana fatwa MUI maka bulan Syakban saat ini kita sempurnakan menjadi 30 hari.

Malam hari ini adalah tanggal 30 Syakban dengan demikian maka satu Ramadan jatuh pada Kamis 17 Mei 2018

Metode yang digunakan pemerintah untuk menentukan awal Ramadan menggunakan metode rukyat dengan melihat posisi hilal. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau teleskop dan dilihat setelah matahari terbenam atau waktu magrib.

Sebelumnya, menurut ahli, awal bulan puasa 2018/1439 H dan hari lebaran bisa dirayakan secara bersamaan dan berlanjut hingga tahun 2021/1442 H.

Menurut Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah di Indonesia akan seragam hingga 2021 atau 1442 H.

"Hal ini disebabkan posisi bulan bukan berada di 0 derajat menurut kriteria Wujudul Hilal Muhammadiyah dan 2 derajat menurut kriteria Nahdlatul Ulama. Tinggi bulan hari ini masih negatif (sudah di bawah ufuk), jadi bulan Sya'ban digenapkan 30 hari sehingga awal bulan Ramdhan jatuh pada 17 Mei," kata Thomas kepada Kompas.com, Selasa (15/5/2018).

Hal senada diungkapkan Sugeng Riyadi, Kepala Pusat Astronomi Ponpes Assalam, Kartasura. Menurutnya, Indonesia diuntungkan dengan posisi bulan.

"Posisi bulan pada awal Ramadhan 1439 H ini, masih di bawah 2 derajat di markas Pos operasi bulan di Pelabuhanratu, Sukabumi, bahkan di Jogja masih negatif. Sehingga, akhir Sya'ban versi Pemerintah, Muhammafiyah, NU, Oersis dan ormas besar lainnya dipastikan akan Istikmal (digenapkan), dan hari Kamis 17 Mei masuk bulan 1 Ramadhan," katanya.

Dilansir dari Kompas.com, Senin (7/5/2018), pada hari ini Kementerian Agama RI akan menggelar sidang isbat atau penetapan awal bulan Ramadhan 1439 H di di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag RI Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta Pusat.

Proses sidang akan dimulai pukul 16.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari tim hisab dan rukyat Kemenag tentang posisi hilal menjelang awal Ramadhan. Sidang juga akan dihadiri sejumlah pihak termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, serta pakar falak dari ormas-ormas Islam dan lainnya.

Di Kendal Hilal Tidak Tampak

Dalam pelaksanaan ruqiatul hilal yang dilakukan oleh kanwil Kemenag Jateng di pelabuhan kendal pada Selasa (15/5) pada pukul 17.30, bulan yang menjadi objek pengamatan itu belum muncul.

Hal itu menandakan puasa bulan suci Ramadhan dipastikan belum dilaksanakan pada hari Rabu (16/5) melainkan pada Kamis (17/5).

Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Farhani mengatakan hasil pengamatan oleh timnya dan para pakar akan segera dilaporkan kepada kementerian agama untuk menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbath.

"Kegiatan ruqiatul hilal yang kami lakukan ini ternyata kami belum melihat hilal. Hasilnya masib negatif," terangnya.

Terkait hasil pengamatan itu ia mengatakan hampir dapat dipastikan tanggal 1 bulan Ramadhan akan dimulai pada hari kamis tanggal 17 Mei.

"Kami akan segera melaporkan hasil jni kepada bapak menteri untuk bahan pertimbangan sidanh isbat malam ini," paparnya

Farhani menambahkan pemilihan pelabuhan kendal menjadi tempat pengamatan hilal dikarenakan Masjid Agung Jawa Tengah tengah digunakan untuk perayaan Dugderan.

"Tentunya dalam acara itu masyarakat akan menumpuk di masjid agung. Oleh sebab itu kami geser di sini (pelabuhan Kendal) sebagai tempat pengamatan hilal," pungkasnya. (*)

 


Editor : Budi
Sumber : tribunnews

Komentar