Pupuk Menghilang, Petani Panik

Kabarkebumen.com - Rabu, 19 Apr 2018 | 10:39 WIB
Ilustrasi

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Para petani di sejumlah kecamatan di Kebumen bagian barat seperti Rowokele, Buayan, Gombong dan Kuwarasan panik. Saat menjalani  musim tanam dan mereka gagal mendapatkan pupuk bersubsidi yang dibutuhkan.

"Tiga hari lalu kami mendapatkan laporan dari para petani di Kebumen bagian barat seperti Rowokele, Buayan dan Gombong kalau pupuk yang mereka butuhkan untuk pemupukan pertama pasca tanam, menghilang di pasaran. Kondisi itu  dikhabarkan sudah terjadi lebih dari seminggu," ungkap Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kebumen, Sri Wahyuroh SH di ruang kerjanya, Rabu (18/04/2018).

Dengan laporan tersebut petugas Disperindag Kebumen menindaklanjutinya dengan  penelusuran ke lapangan. Hasil penelitian petugas, ke gudang PT Petrokimia  Gresik di Desa Purbowangi  Buayan, distibutor dan sejumlah pengecer pupuk  di Gombong, ternyata stok pupuk yang dibutuhkan petani memang kosong.

"Guna mengatasi keluhan petani, kami meminta Perwakilan Petrokimia Gresik untuk segera mengirim pupuk yang dibutuhkan petani. Kami juga ingin  mengetahui penyebab keterlambatan pengiriman pupuk yang sangat dibutuhkan  petani dalam musim tanam kali ini," ujar Sri.

Adapun alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Kebumen sepanjang tahun 2018  mencapai 26.630 ton Urea, 5.500 ton SP 36, 6.300 ton ZA, 13.500 ton NPK dan 9.500 ton pupuk organik.


Editor : Budi
Sumber : krjogja

Komentar