Ketua KONI Kebumen Divonis Satu Tahun Penjara

Kabarkebumen.com - Rabu, 19 Apr 2018 | 10:28 WIB
Terdakwa Abdul Karnain Mardjuned saat menjalani sidang kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Kebumen, Rabu (18/04). (Foto:Jon Kurnia/ cakrawala.co)

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Terdakwa Abdul Karnaen Mardjuned divonis bersalah dan dijatuhi hukuman selama satu tahun penjara. Vonis ini dibacakan hakim ketua Sapto Supriyono pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Kebumen, Rabu (18/04).

Dalam putusannya, Majelis Hakim Ketua Sapto Supriyono SH MM dan Hakim Anggota

Firlando SH dan Agung Prasetyo SH menyatakan terdakwa bersalah dan divonis masa hukuman

selama 1 tahun penjara. H Abdul Karnaen dinyatakan bersalah sesuai dengan Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Karnain dinyatakan terbukti secara sah dan manyakinkan mencemarkan nama baik

Anggota DPR RI Ir KRT Dadori Wonodipuri MM. Pasalnya apa yang dituliskan oleh terdakwa pada Group Facebook Pemilihan Bupati Kebumen tidak terbukti. “Menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara dikurangi masa tahanan,” tutur Hakim Sapto Supriyono SH MM saat membawakan amar putusan.

Atas putusan tersebut baik Penasehat Hukum terdakwa HD Sriyanto SH MH MM maupun

Jaksa Penuntut Umum Gery Imantoro menyatakan pikir-pikir. Baik JPU maupun penasehat hukum dapat menerima atau mengajukan banding atas putusan tersebut. Mereka diberi waktu selama tujuh hari jika hendak mengajukan banding. Jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak mengajukan banding maka artinya menerima putusan tersebut.

Sebelumnya, proses persidangan dengan terdakwa Abdul Karnain Mardjuned yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Kebumen ini dilaksanakan sejak 7 Februari lalu 16 Oktober 2017 lalu. Sementara sidang vonis pada Rabu ini dilakukan mulai pukul 12.40 hingga berakhir pukul 13.10 WIB.

Berbeda dengan sebelumnya pada sidang kali ini diwarnai dengan aksi damai dari pendukung Darori Wonodipuro. Masa memadati halaman Pengadilan Negeri Kebumen dengan membawa sejumlah poster. Beberapa poster tertulis “STOP Ujaran Kebencian”, “Santun dalam Bermedia Sosial”, ”Mulutmu Harimaumu” dalan lain sebagainya.

Koordinator aksi Yarianto didepan masa menyampaikan, saat ini pihaknya melaksanakan audiensi ke pengadilan. Hukum jangan sampai lemah. Apa yang dilakukan saat ini semata-mata merupakan bentuk pembelajaran kepada masyarakat bahwa bermedia sosial itu harus santun. “Jangan sampai melakukan ujaran kebencian,” paparnya.

Yarianto juga memberi apresiasi kepada jajaran penegak hukum, atas semua pelaksanaan proses hukum. Terkait dengan putusan pikir-pikir pihaknya menyampaikan akan membahas hal tersebut. Apakah nantinya akan menerima atau justru akan banding. “Kami akan

berembug dulu terkait hal itu. Itu kenapa memilih pikir-pikir,” ucapnya. ***Jon Kurnia


Editor : Setiyo
Sumber : cakrawala

Komentar