Berhati-hatilah, 40 Persen Kandungan Susu Kental Manis adalah Gula

Kabarkebumen.com - Rabu, 19 Apr 2018 | 10:20 WIB
Ahli Gizi RS Hermina Banyumanik Semarang, Harnindya Redhita Andrasari S Gz

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Susu mengandung manfaat yang berguna untuk tubuh.Protein dan kalsium yang terkandung dalam susu, baik untuk pertumbuhan sang buah hati.Akan tetapi, tidak semua susu yang beredar di pasaran Indonesia baik untuk dikonsumsi.

Susu kental manis (SKM) misalnya.Yang mengejutkan, kandungan susu kental manis justru 40% adalah gula.Hal tersebut disampaikan oleh Ahli Gizi RS Hermina Banyumanik Semarang, Harnindya Redhita Andrasari S Gz, Rabu (18/4/2018).

"Susu kental manis ini sebenarnya sangat sedikit susunya. 40 persen penyusun SKM ini justru gula yang dikentalkan. Bahkan kandungan susunya tidak sampai 20%. Jadi SKM ini bukan susu yang dikentalkan, melainkan memang gula yang dikentalkan," tuturnya kepada Tribun Jateng.

Karena gula mendominasi hampir separuhnya, tidak heran jika sebagian masyarakat Indonesia menyebut susu kental manis sebagai sirup.Harnindya menjelaskan lebih lanjut, SKM memang salah satu jenis makanan yang boleh dikonsumsi. Namun tidak secara rutin.

"Kementrian Kesehatan kita juga sudah mengeluarkan peraturan bahwa penggunaan susu kental manis ini boleh diberikan untuk pelengkap makanan atau minuman. Seperti topping atau taburan saja. Tidak boleh dijadikan sebagai minuman penting dan bergizi," ungkapnya.

Karena lebih cenderung ke gula, maka batasan maksimal mengkonsumsi susu kental manis yang disarankan Harnindya ialah sebanyak 2 sendok per hari.Seperti yang kita ketahui, banyak orangtua yang kerap memberikan susu kental manis kepada anak karena dianggap minuman bergizi. Padahal tidak.

Susu kental manis termasuk gula yang tidak baik untuk sang buah hati. Apabila dikonsumsi secara terus menerus, dapat menyebabkan karies gigi dan obesitas. Gula yang terlalu lama mengendap di mulut, sulit dinetralkan oleh air liur. Akibatnya, mulut dan gigi berubah menjadi asam sehingga dapat menimbulkan karies gigi.

"Selain karies, kandungan gula yang tinggi juga dapat menjadi pemicu obesitas pada anak," tandasnya. (*)


Editor : Setiyo
Sumber : jateng.tribunnews

Komentar