Dislutkan Kebumen Tegaskan Bantuan Pakan Ikan Sesuai Standar

Kabarkebumen.com - Sabtu, 04 Apr 2018 | 10:24 WIB

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan Kebumen angkat bicara menanggapi adanya penolakan bantuan pakan ikan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) oleh Ketua Forum Petani Pembudidaya Ikan Kecamatan Bonorowo, Wibisono Susanto. Sebagai tangan panjang KKP, Dislutkan memberikan klarifikasi terkait tudingan bahwa standar kualitas pakan rendah.

"Pakan ikan yang disalurkan kepada kelompok pembudidaya ikan sudah sesuai dengan standar dan spesifikasi  yang tercantum dalam petunjuk teknis penyaluran bantuan," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan La Ode Haslan didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya Budiono kepada Suara Merdeka, Selasa (3/4).

La Ode Haslan menambahkan, bantuan pakan ikan itu masuk dalam kegiatan bantuan sarana budidaya pada Pokdakan tahun 2017 oleh KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya khususnya Direktorat Produksi dan Usaha Budidaya. Di Kebumen, bantuan diberikan kepada 16 Pokdakan dari total 635 paket. Bantuan pada Pokdakan di Kebumen berbentuk 40.000 benih ikan lele dan 3,5 ton pakan.

"Bantuan yang diberikan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dan juknis. Misalnya untuk benih lele ukuran 8-9 cm. Sedangkan pakan lele minimal protein 28 %," ujar imbuh La Ode Haslan.

Lebih lanjut, La Ode Haslan dari 16 kelompok, hanya satu yang menolak bantuan yakni Pokdakan Mina Sari Desa Tlogorejo, Kecamatan Bonorowo. Karena bantuan itu tidak diterima, nantinya bantuan sarana budidaya tersebut akan dialihkan untuk kelompok yang lain.

"Pemberian bantuan sarana prasarana budidaya ini diharapkan mampu meningkatkan produksi perikanan budidaya, utamanya di Kebumen. Juga mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan Pokdakan," imbuhnya.

Pembudidaya Lokal

Meski demikian, dari hasil monitoring yang dilakukan oleh dinas yang dipimpinnya, La Ode Haslan tidak menampik adanya berbagai kendala seperti ikan yang mati di kolam. Menurut dia, hal itu disebabkan adanya beberapa kemungkinan antara lain penyedia barang dalam menyalurkan menempuh jarak yang cukup jauh. Belum lagi perbedaan air hingga cuaca yang cukup ekstrim sehingga benih ikan tidak bisa bertahan.

"Untuk itu, kami mengusulkan kepada kementerian ke depan menggunakan pembudidaya benih ikan lokal sehingga risiko kematian dapat diminimalisir," imbuh La Ode Haslan.

Seperti diberitakan, Ketua Forum Petani Pembudidaya Ikan Kecamatan Bonorowo, Wibisono Susanto menolak penyaluran bantuan pakan ikan sejumlah 3,5 ton dari KKP. Bantuan pakan yang ditujukan kepada Pokdakan Minasari Desa Tlogorejo, Kecamatan Bonorowo itu dinilai memiliki standar kualitas yang rendah.

Menurut Wibi, sebelum pakan dibongkar dari truk, dilakukan uji pakan yaitu pengambilan sampel pakan kemudian diberikan kepada ikan yang ada di kolam budidaya. Setelah ditunggu beberapa waktu, ternyata ikan tidak mau makan pakan tersebut. Hal itu mengindikasikan bahwa kualitas pakan memang tidak layak.

"KKP jangan hanya asal mengacu kandungan kadar protein 28% untuk pakan ikan, namun harus ditelusuri tentang kualitasnya dan kebonafitan dari pabrik pakan itu sendiri. Banyak pabrik pakan yang menerapkan kandungan kadar protein dilebelnya 28%  namun realitasnya itu hanya untuk strategi pemasaran saja," ujar Wibisono Susanto.


Editor : Setiyo
Sumber : suaramerdeka

Komentar