Atas Nama Solidaritas, Persahabatan ABG di Kebumen ini Berujung di Kantor Polisi, Ini Kisahnya

Kabarkebumen.com - Minggu, 08 Mar 2018 | 11:05 WIB
pemeriksaan pelaku pengeroyokan di Polsek Gombong

GOMBONG, KABARKEBUMEN.COM - Solidaritas jadi kunci keawetan sebuah persahabatan. Namun bukan berarti kompak dalam segala hal, termasuk melakukan tindakan yang mengarah pada pelanggaran hukum.

Dengan alasan solidaritas, lima Anak Baru Gede (ABG) di Kecamatan Gombong kompak untuk menganiaya seorang yang dianggap melukai hati satu di antara kelompok remaja tersebut.

TH (19), IR (19), FA (17), GH (15) yang merupakan warga kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen ditangkap oleh Polsek Gombong karena melakukan pengeroyokan terhadap korban, AJ (19), Selasa (6/3).

Mereka pun langsung diperiksa penyidik Polsek Gombong untuk menguak motif perbuatan jahat itu.

Dari hasil pemeriksaan itu, mereka mengaku melakukan kejahatan itu demi menjaga solidaritas sesama kawan.

"Unit Reskrim Polsek Gombong menangkap para tersangka, di desa Kemukus dan desa Semondo Gombong. Saat ini masih diperiksa oleh Polsek Gombong," kata Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Masngudin , Kamis (8/3)

Menurut AKP Masngudin, para tersangka melakukan pengeroyokan kepada AJ (19) pada hari Minggu (04/03) sekira pukul 00.30 wib, di depan SMK Ma'arif 5 Kebumen.

Dari keterangan tersangka FA, pengeroyokan itu dipicu permasalahan dia dengan korban sebelumnya. Jaket FA pernah dicuri oleh korban. Namun masalah pencurian tersebut telah diselesaikan pada saat itu.

FA yang diduga masih mearuh dendam kemudian bercerita kepada para tersangka lain untuk memberikan pelajaran kepada korban.

Dengan dalih solidaritas, para tersangka ini kemudian mengeroyok korban hingga mengalami beberapa luka di tubuhnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Gombong Polres Kebumen AKP Hendrie Suryo menjelaskan, para tersangka diancam dengan pasal pasal 170 KUH Pidana.

Hingga saat ini pihaknya masih memeriksa para tersangka yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah.

Solidaritas perkawanan tersebut sudah teruji. Mereka kini merasakan senasib sepenanggungan, kompak melawan hukum, dan terancam mendekam di bui bersama-sama. (*)


Editor : Setiyo
Sumber : tribunnews

Komentar