Siswi SMK di Kebumen Dicabuli Bapak dan Anak

Kabarkebumen.com - Selasa, 07 Mar 2018 | 15:57 WIB
Ilustrasi

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Malang benar nasib seorang siswi  kelas 11 di salah satu SMK di Karanganyar, sebut saja Bunga (16) ini. Bagaimana tidak. Bunga yang warga Desa Somagede, Kecamatan Sempor tersebut, telah menjadi korban pelecehan seksual dua pria yang masih tetangganya. Ironisnya, dua pelaku adalah bapak dan anak kandungnya.

Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar melalui Kapolsek Sempor, AKP Wasidi membenarkan adanya kasus pelecehan seksual dengan korban di bawah umur yang dilakukan dua pria yang masih punya hubungan ayah dan anak. Peristiwa itu telah dilaporkan pihak keluarga korban kepada polisi.

Menindaklanjuti laporan itu, kata AKP Wasidi, pihaknya telah menahan satu pelaku, yakni TR (17) yang juga teman pria atau kekasih korban. "Pengakuan korban ada dua pelaku.  Namun satu pelaku (ayah TR,red) tidak mengakui telah melakukan pelecehan tersebut," kata AKP Wasidi, Selasa (6/3/2018).

Terkait penanganan kasus itu, Polsek Sempor telah melimpahkannya kepada Polres Kebumen. "Kasus pencabulan pada anak di bawah umur tersebut telah ditangani oleh PPA Polres Kebumen," ujar AKP Wasidi.

Ditemui di tempat terpisah, Samiem (51), bibi korban, menceritakan kejadian yang menimpa Bunga. Berawal saat korban sakit. Lantas, ayah TR yakni Sr, menjemput korban dari tempat kosnya di Kecamatan Karanganyar.

Bukannya diantar ke rumah, pelaku malah membawa korban pulang ke rumahnya sendiri, di Dukuh Dermaganti, Desa Somagede, Sempor. Korban diminta masuk ke kamar untuk beristirahat.

Dengan dalih memijat korban, pelaku menjalankan aksi bejatnya dengan meraba raba tubuh korban. Ini terjadi pada 6 Februari 2018. "Dia (korban) mengaku diraba-raba oleh bapak pacarnya di dalam kamar. Kejadian itu juga sempat dipergoki istri Sr," kata Samiem.

Dua hari setelah peristiwa itu, korban datang ke rumah pamannya, Abu Nasro di Desa Somagede Sempor. Dengan naik ojek, korban datang dalam keadaan shock berat. "Hujan-hujan, dia datang naik ojek. Sempat pingsan 2 kali, ditanya malah menangis, setelah ditanya baru dia menceritakan semuanya," kata Samiem.

Kepada Abu Nasro dan Samiem, korban menceritakan baru saja melarikan diri dari rumah TR, kekasihnya karena mendapat perlakuan tak senonoh dari Sr yang tak lain ayah TR. Korban juga mengaku sudah pernah menginap di rumah Sr sebelum peristiwa itu terjadi.

Bedanya, korban sebelumnya biasa datang ke rumah bersama TR, anak kandung Sr. TR, yang masih duduk di kelas 11 SMK di Gombong ini merupakan kekasih korban. Dua remaja di bawah umur ini menjalin hubungan asmara sejak kelas 9 MTs. "Bahkan, dia (korban) mengakui sudah beberapa kali melakukan hubungan seksual dengan Tr," imbuh Samiem.

Sontak, pengakuan korban membuat pihak keluarga marah besar. Tak terima dengan perlakuan Sr dan TR, kakak korban lantas melaporkannya kepada polisi.

Mewakili pihak keluarga, Samiem berharap tak hanya TR yang diproses hukum. "Kami pihak keluarga kurang adil rasanya, kok pelaku (Sr,red) malah dibebaskan. Sedangkan pacarnya (TR) ditahan," kata Samiem.

Terpisah, Ketua RT 4 RW 01 Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Suparlan mengatakan, korban tinggal sendirian di rumahnya karena ayah beserta kakak kandung korban merantau di Bandung, Jawa Barat. Sementara ibu kandung korban, sudah meninggal 3 tahun lalu. Namun korban juga jarang di rumah karena tinggal di tempat kos di Karanganyar.

Sepengetahuan warga, kata Suparlan, korban selama ini sering pulang sekolah dijemput TR, kekasihnya. Bahkan, korban sudah sering menginap di rumah TR. "Sejak kejadian itu terungkap, korban pun sudah dibawa pihak keluarga ke Bandung," kata Suparlan.


Editor : Setiyo
Sumber : kebumenekspres

Komentar