Banjir Pesisir Kebumen Semakin Parah

Kabarkebumen.com - Rabu, 24 Jan 2018 | 15:10 WIB
Seorang petani Desa Setrojenar Buluspesantren Kebumen sedang melewati banjir di dekat lahan pertanian di desanya. (Foto : Dasih)

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Hujan deras selama berjam-jam sejak Selasa (23/01/2018) siang hingga malam harinya, menyebabkan banjir di kawasan pesisir Kebumen di Kecamatan Buluspesantren, Ambal dan Mirit, semakin parah. Di sejumlah lokasi, banjir yang terjadi sejak Selasa (23/01/2018) malam tersebut, hingga Rabu (24/01/2018) siang belum juga surut.

Tak hanya melanda lahan-lahan pertanian, banjir juga menggenangi ruas jalan antar desa dan pemukiman warga, khususnya di bagian-bagian tanah yang landai. "Bagi kami warga pesisir yang sebagian besar adalah petani, setiap turun hujan deras berjam-jam tentunya mengkhawatirkan nasib tanaman kami karena kami mengandalkan penghidupan kami dari tanaman pertanian kami," jelas petani Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren Kebumen, Sobirin di lahannya, Rabu (24/01/2018).

Sobirin yang memiliki sebidang kebun cabai dan tomat siap panen seluas 4 ribu meter pesegi tersebut rela bersepeda dari rumahnya ke lahannya dengan melewati banjir setinggi 40 sentimeter hingga 70 sentimeter.

"Banjir yang juga menggenangi lahan pertanian tentunya menghalangi kami untuk memetik  hasil pertanian seperti cabai, tomat dan terong. Bila nekad memanen padahal lahan terendam banjir, maka akan sulit mendapatkan buruh petik yang mau bekerja karena medan seperti itu sangat menyulitkan gerak mereka," jelas Sobirin.

Padahal bila tak cepat-cepat dipetik menurut Sobirin buah cabai, tomat atau terong itu dalam beberapa hari mendatang akan menurun kualitasnya. Selain berubah dari segar menjadi kisut, juga akan cepat membusuk.

Selain berdampak membusukkan tanaman dan buah cabai, tomat dan terong, tanaman pertanian pesisir yang rentan terdampak banjir adalah padi tadah hujan dan sayur mayur seperti oyong, pare dan leunca.

"Selain banyak hama yang mengganggu seperti keong mas menyerang tanaman padi, banjir juga menyebabkan tanaman-tanaman sayur-mayur itu bisa membusuk," jelas petani padi di Desa Banjurpasar, Kecamatan Buluspesantren Kebumen, Muhammad Yuri.


Editor : Setiyo
Sumber : krjogja

Komentar