Tersangka Pencemaran Nama Baik, Kontraktor Kebumen Ditahan

Kabarkebumen.com - Kamis, 24 Jan 2018 | 12:42 WIB
ilustrasi

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Lama tak terdengar perkembangannya, perkara dugaan pencemaran nama baik terhadap anggota DPR RI asal Kebumen KRT Darori Wonodipuro terus berlanjut. Kontraktor Abdul Karnain MD yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara itu, akhirnya ditahan oleh Kejaksanaan Negeri Kebumen, Selasa (23/1) siang.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kebumen, Erry Pudyanto Marwantoro melalui Kepala Seksi Pidana Umum Muslih. Penahanan tersangka dilakukan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan berkas perkara telah lengkap atau P-21.

"Mulai hari ini tersangka ditahan di Rutan Kebumen," tutur Muslih.

Muslih menambahkan, tersangka diduga melanggar Pasal 45 A ayat 2 atau Pasal 27 ayat 3 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik. "Adapun ancamannya enam tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar," terangnya.

Perkara tersebut bermula saat tersangka mengunggah status Facebook 28 Nopember 2015 silam. Tentang Pilkada Kebumen dengan mencantumkan nama korban. Politikus Partai Gerindra yang merasa namanya dicemarkan melaporkan ke Polres Kebumen 5 Januari 2016 lalu. Surat laporan polisi Nomor LP/03/B/I/2016/JATENG/RES KBM tersebut tertanggal 5 Januari 2016.

Kendati telah meminta maaf secara terbuka, proses hukum yang melibatkan Abdul Karnain berlanjut. Penyidik Satrekrim Polres Kebumen menetapkan kontraktor tersebut sebagai tersangka. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi tidak menahan.

Abdul Karnain melalui penasehat hukumnya HD Sriyanto mengatakan, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang berlaku. Pihaknya juga pro aktif termasuk sudah menempuh berbagai upaya untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan. "Salah satunya klien kami telah meminta maaf secara terbuka kepada KRT Darori Wonodipuro atas persoalan ini," ujar Sriyanto didampingi tim pengacara Anggoro Bekti dan Beni Candra.

Menurut Sriyanto, komentar dalam grup Facebook yang dipermasalahkan saat ini sudah kehilangan konteks. Pasalnya postingan dalam grup tersebut sudah dihapus. "Sedangkan yang dipermasalahkan hanya sebuah screenshoot yang terlepas dari konteks pembicaraan sebelumnya," ujar pengacara senior tersebut. 


Editor : Setiyo
Sumber : suaramerdeka

Komentar