Sudah Lama Menghilang, Serangan Virus Pada Tanaman Pepaya Muncul Kembali

Kabarkebumen.com - Selasa, 12 Jan 2018 | 22:35 WIB
Salah satu hamparan tanaman pepaya yang terserang virus di Kecamatan Ambal Kebumen. (Foto: Dasih)

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Setelah beberapa tahun menghilang, serangan virus pada ribuan tanaman pepaya Calina di pesisir Kebumen kini muncul kembali dan meluas ke banyak perkebunan pepaya di Kecamatan Mirit, Ambal dan Buluspesantren Kebumen. Selain menyerang tanaman muda, juga tanaman berusia produktif.

"Serangan virus yang muncul di musim penghujan kali ini cukup ganas. Bila dalam satu lokasi perkebunan pepaya ada satu tanaman yang terserang, maka tak lama kemudian menular ke seluruh tanaman di lokasi itu. Curah hujan yang tinggi nampaknya mempercepat meluasnya serangan virus ini," ungkap petani pepaya di Desa Banjurpasar Kecamatan Buluspesantren Kebumen, Dulrkhim, di kebunnya, Jum'at (12/01/2018).

Kebun pepaya milik Dulrokhim yang terdiri dari 500 batang pohon pepaya  usia produktif dan sudah satu kali panen, mulai terserang virus pada akhir Desember 2017 lalu. Mula-mula daun-daunnya terlihat layu, kemudian disusul batangnya yang kurang segar dan berubah warnanya menjadi kuning muda.

"Harapan kami untuk memetik keuntungan besar dari musim tanam kali ini gagal karena semua tanaman yang terserang tak bisa diselamatkan lagi," ujar Dulrokhim.

Kendati semua tanaman pepayanya mati, Dulrokhim maupun para petani pepaya di sejumlah desa pesisir Kebumen tak ingin buru-buru mencabuti tanaman  pepaya mereka. Di desa-desa kawasan sentra pepaya itu hingga Jum'at  (12/01/2018) masih terlihat banyak hamparan kebun pepaya yang berisi ribuan tanaman pepaya yang mati.

"Rata-rata petani belum punya semangat untuk mencabuti tanaman itu. Hanya sebagian petani saja yang memetik buah pepaya yang masih bisa diselamatkan. Banyak pepaya yang mulai membusuk hanya dibiarkan teronggok di tepi jalan," jelas petani pepaya Desa Entak Kecamatan Ambal Kebumen, Jafar.


Editor : Setiyo
Sumber : krjogja

Komentar