Saluran Pembuangan Air Tidak Berfungsi, Genangan Air di Urut Sewu Tak Kunjung Surut

Kabarkebumen.com - Kamis, 11 Jan 2018 | 22:39 WIB
Genangan air di kawasan ceblungan Urut Sewu Desa Ayam Putih Buluspesantren Kebumen. (Foto : Dasih)

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Akibat saluran pembuang air tak berfungsi, genangan air setinggi 0,4 meter hingga 1 meter pada ratusan hektar lahan pertanian di kawasan urut sewu Kecamatan Mirit, Ambal dan Buluspesantren Kebumen, selama berbulan-bulan tak kunjung surut.

"Karena banyak tanaman padi dan palawija yang tenggelam dan membusuk, akhirnya sebagian besar petani membiarkan lahan genangan ini menganggur tak ditanami lagi," ungkap petani Desa Ayam Putih Kecamatan Buluspesantren Kebumen, Mansur di tepi lahannya, Kamis (11/01/2018).

Mansur dan beberapa petani Ayam Putih lainnya menjelaskan bahwa tak berfungsinya saluran pembuang air tersebut terjadi sejak lima tahun lalu. Dampaknya, setiap musim penghujan lahan pertanian mereka tergenang air selama berbulan-bulan.

"Menurut kami yang paling parah saat penghujan tahun 2015 hingga 2016 lalu. Saat itu, hampir 6 bulan lamanya terjadi genangan setinggi 0,5 meter hingga 1,5 meter. Sedangkan genangan saat ini mulai muncul sejak awal Oktober 2017 lalu hingga Januari 2018 ini," ujar petani Ayam Putih lainnya, Rusdi.

Genangan-genangan air tersebut menurut Mansur dan Rusdi berada di areal 'ceblungan' atau areal yang tanahnya lebih rendah dibandingkan permukaan tanah lahan di dekatnya. Masing-masing areal ceblungan tersebut sebenarnya memiliki saluran pembuang yang terhubung dengan Sungai Grujugan, yaitu sungai kecil sejauh 400 meter di utara areal ceblungan. Adapun alur sungai kecil tersebut berasal dari Mirit yang mengalir ke  arah barat menuju Sungai Luk Ulo di Desa Ayam Putih.

"Namun akibat tak terawat, banyak saluran yang tertimbun tanah dan tak bisa berfungsi. Dalam 4 tahun terakhir para pemilik lahan ceblungan ini tak bisa panen padi dan palawija selama musim penghujan," jelas petani Desa Entak  Kecamatan Ambal Kebumen, Barnoto.


Editor : Setiyo
Sumber : krjogja

Komentar