Peduli Lingkungan dan Sosial, Tim Gertaks Tambal Jalan Berlubang

Kabarkebumen.com - Senin, 11 Jan 2018 | 00:53 WIB
TAMBAL JALAN: Anggota Gerakan Relawan Tanggap Aksi Kepedulian Lingkungan dan Sosial (GerTaks) saat menambal lubang jalan di jalur selatan Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Kondisi jalan raya di sepanjang jalur selatan Kebumen sangat memprihatinkan. Mulai dari perbatasan Purworejo hingga Banyumas tampak ratusan lubang menganga di badan jalan nasional tersebut.

Kerusakan jalan terdapat di wilayah Kecamatan Prembun, Kutowinangun, jalan lingkar selatan, Kecamatan Sruweng, Karanganyar, Gombong hingga Rowokele. Banyaknya lubang jalan tersebut dikeluhkan karena sangat membahayakan para pengandara jalan.

Kondisi sangat parah terdapat di sejumlah titik jalur Kebumen-Gombong. Kondisi sangat memprihatinkan terdapat di ruas Alang-alang Amba. Jalur tengkorak itu banyak lubang yang cukup dalam. Padahal jalur ini minim penerangan pada malam hari.

Bahkan di Kedungbener dan Sruweng warga sampai menandai jalan berlubang dengan sebatang pohon pisang. Selain untuk menandai, warga juga berharap tidak ada pengendara yang terjerembab di lubang jalan tersebut. Kerusakan jalan negara itu juga menjadi lelucon di media sosial dengan menyebutnya sebagai wisata jeglongan sewu.

Aksi Tambal Jalan

Komunitas Gerakan Relawan Tanggap Aksi Kepedulian Lingkungan dan Sosial (GerTaks) melakukan aksi menambal lubang jalan. Secara swadaya, aksi menambal jalan itu digelar di lima titik yang sangat parah di Jalan Yos Sudarso Barat termasuk di wilayah Desa Purbowangi, Kecamatan Buayan.

"Aksi menambal lubang jalan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Intinya kami ingin membantu pemerintah sehingga tidak ada jatuh korban akibat jalan berlubang," ujar Koordinator GerTaks, Bambang Pujiyanto.

Bambang mengatakan, material berupa semen dan pasir yang digunakan untuk menambal lubang berasal dari para donatur peduli dengan lingkungan. Rencananya, mereka akan melanjutkan penambalan di Jalan Yos Sudarso Timur yang kondisinya cukup parah. "Masyarakat terutama di dekat lubang jalan itu juga sangat mendukung. Karena lubang di jalan sangat membahayakan pengendara," ujarnya.

Sebelumnya, jalan berlubang di jalur selatan Kebumen menelan korban. Ngatiqoh (38) warga Desa Lumbu, Kecamatan Kutowinangun tewas dan dua lainnya luka-luka setelah sepeda motor jatuh akibat lubang jalan raya Kebumen-Purworejo persisnya di depan Rumah Makan Ijo masuk Desa/Kecamatan Kutowinangun.

Diduga terperosok lubang jalan, sepeda motor ambruk yang dikendarai Fitriyaningsih (30) ambruk. Naas korban terpental ke kanan sehingga tertabrak bus Nopol A-7777-AR yang melaju dari arah yang sama.


Editor : Setiyo
Sumber : suaramerdeka

Komentar