Callind Jadi Alternatif Pengganti WhatsApp, Ini Kata Pembuatnya

Kabarkebumen.com - Minggu, 30 Desember 2017 | 13:28 WIB
Novi Wahyuningsih pencipta aplikasi Callind sedang menujukan jumlah pengguna di Play Store mengalami kenaikan pasca FPI mengumumkan akan boikot produk Amerika (Foto: Jon Kurnia/cakrawala.co)

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Aplikasi media sosial (medsos) karya anak bangsa semakin mendapatkan apresiasi  masyarakat Indonesia. Paling tidak terdapat tiga aplikasi asli media sosial digadang-gadang bakal menjadi alternatif pengganti Facebook, WhatApp,  dan Google.

Bahkan Front Pembela Islam (FPI) akan terus mensosialisasikan kepada umat Islam dan Alumni 212 untuk tidak menggunakan aplikasi seperti Facebook, Whatsapp dan Google. Adapun aplikasi yang menjadi alternatif pengganti ialah Redaksitimes.com sebagai pengganti Facebook, Callind.com  pengganti WhatApp dan Geevv.com pengganti Google.

Aplikasi Callind yang merupakan aplikasi karya Novi Wahyuningsih, gadis asal Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kebumen itu mengalami peningkatan pengguna. Setidaknya aplikasi yang masih belum dilaunching secara resmi itu sudah diunduh lebih dari 100.000 pengguna di Google Play.

Pembuat sekaligus CEO Callind, Novi Wahyuningsih menyambut gembira adanya pihak yang mengapresiasi aplikasi medsosnya. Sebagai pemilik aplikasi, Novi sangat terbuka dengan semua pihak yang hendak menggunakan aplikasinya untuk kegiatan yang positif. Namun dia keberatan jika aplikasi Callind digunakan untuk hal-hal negatif seperti SARA maupun ujaran kebencian.

“Saya bersyukur jika aplikasi saya bisa bermanfaat,” ujar Novi Wahyuningsih kepada Cakrawala.co, Jumat (29/12).

Promosi UMKM

Menurut Novi,  dibanding WhatsApp kelebihan Callind bisa menemukan sesama pengguna Callind dalam radius 100 km meski belum saling terhubung sebagai kontak.  Tak hanya sekadar media komunikasi, Callind bisa menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemilik Aplikadi Callind bisa mempromosikan produknya secara gratis, tanpa harus menyebar kiriman ke banyak group yang diikuti seperti halnya pada WhatsApp.

“Kami sedang dalam proses pengembangan kerja sama dengan beberapa UMKM yang bergerak di sektor retail yang ada di daerah nasional harapan kami bisa kerja sama dengan UMKM di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Novi menegaskan bahwa sampai saat ini aplikasi Callind masih tahapan uji coba dan pengenalan ke publik. Untuk itu dia berharap saran dan kritik dari masyarakat agar Callind bisa semakin baik. “Kami menyediakan media komunikasi dengan harapan bisa bermanfaat dan menjadi raja di negeri sendiri,” katanya. Sebagai pemilik aplikasi Novi berharap aplikasi chat Callind miliknya dapat diterima semua kalangan.

Novi menjelaskan bahwa Callind sampai saat ini tidak menjalin kerja sama dengan lembaga atau institusi manapun. “Saya sangat berterima kasih kepada semua sahabat-sahabat dan saudara-saudari saya yang mau menggunakan aplikasi Callind,” pungkasnya.


Editor : Setiyo

Komentar