Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok, Tingkatkan Konsumsi Ikan Masyarakat Kebumen

Kabarkebumen.com - Rabu, 24 Desember 2017 | 23:20 WIB
Dirjen Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Slamet Subiakto bersama Komisi IV DPR RI KRT Darori Wonodipuro, Kadin Kelautan dan Perikanan Kebumen La Ode Haslan melakukan panen perdana budidaya ikan lele sistem Bioflok di Ponpes Darussa'adah Petanahan Minggu (24/12). (Foto:Jon Kurnia/cakrawala.co)

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Salah satu program budidaya ikan lele dengan sistem Bioflok ini diperkenalkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Program yang diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan lele budidaya ini diaplikasikan dengan pemberian  bantuan 36 ribu benih ikan lele, dan 2,5 ton pakan, dalam acara panen perdana ikan lele sistem Bioflok di Pondok Pesantren Darussa’adah, Desa Kritig, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Minggu pagi (24/12).

Pemberian bantuan dilakukan langsung oleh Slamet Subiakto Dirjen Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan KRT.Darori Wonodipuro anggota DPR RI dari Komisi IV, kepada empat penerima bantuan satu paket Bioflok senilai Rp.200 juta, yaitu Pondok Pesantren Darussa’adah, Nurul Hidayah, Tathmainul Qulub, dan Madrasah Wattoniah Islamiah. Turut hadir dalam acara ini Plt Sekda Mahmud Fauzi, dan Drs. La Ode Haslan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen.

Dalam kesempatan ini Slamet Subiakto menjelaskan, Bioflok merupakan teknologi baru sistem pemeliharaan ikan dengan cara menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah menjadi gumpalan-gumpalan kecil (floc) yang bermanfaat sebagai makanan alami ikan. Pertumbuhan mikroorganisme di pacu dengan cara memberikan kultur bakteri non pathogen atau probiotik, dan pemasangan aerator yang akan menyuplai oksigen sekaligus mengaduk air kolam.

Slamet menambahkan, dengan sistem Bioflok ini akan meningkatkan efesiensi pakan, bisa menghemat sampai 50% dibandingkan dengan sistem biasa. Tak hanya itu, air dari sistem Bioflok ini juga sangat bermanfaat sebagai pupuk tanaman. Dengan menggunakan sistem Bioflok ini juga dapat mengubah image budidaya ikan lele yang selama ini terkesan kumuh dan bau. Pasalnya, kolam dengan sistem bioflok air kolam ikan lele tanpa mengeluarkan bau tak sedap atau amis.

“Yang jelas untuk peningkatan konsumsi ikan masyarakat. Seperti di pondok pondok pesantren, para santri konsumsi ikannya sangat rendah sekali, tercatat sekitar 9 kilogram/kapita per tahun. Dengan bantuan sistem bioflok, santri makan ikan seminggu dua kali saja bisan naik 15 kilogram/ kapita per tahun untuk santri,” ujar slamet.

Sasaran dari program ini adalah peningkatan gizi masyarakat Indonesia, untuk saat ini di implementasikan kepada para santri. Dirjen Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan ini berpesan dengan adanya bantuan dari pemerintah, jangan menjadi pesaing penjual ikan.

“Saya wanti-wanti sekali, meski merupakan bantuan pemerintah, jual ikan lelenya jangan dibawah harga strandar. Jika ketahuan jual dibawah standar, bantuan akan saya stop,” tegas pria asal Banjarnegara ini.

“Kita terima bibit sebanyak 36 ribu pada 17 September lalu , dan sekarang tiap kolam bisa panen 2000-3000 ikan lele jenis sangkuriang,” jelas KH. Adib Nasrulloh pengasuh Ponpes Darussa’adah.

Lanjutnya, hasil panen lele pun bervariatif yang paling besar satu kilogram berisi delapan ekor lele, di susul satu kilogram berisi 10 ekor lele. Sementara ini budidaya lele ini masih dikelola pengurus, ke depan budidaya lele akan melibatkan para santri.

Nasrulloh berharap, sesuai amanah dari Kementerian Perikanan dan Kelautan, ke depan budidaya lele ini diharapkan bisa menjadi potensi ekonomi. “Santri sekarang mulai terpenuhi makan dengan lauk ikan, dan kedepan insyaallah menjadi bagian ekonomi pesantren,” harap Nasrulloh. 


Editor : Setiyo
Sumber : cakrawala

Komentar