Resah Buaya Belum Tertangkap, Warga Dibantu BKSDA Jateng Siapkan Perangkap

Kabarkebumen.com - Senin, 07 Desember 2017 | 23:48 WIB
warga desa Rantewringin Buluspesantren Kebumen didampingi BKSDA buat perangkap untuk tangkap buaya dari bahan bambu.

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Perburuan buaya muara di alur sungai Luk Ulo segera dimulai.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng Seksi Konservasi II Wahyono bersama SAR dan unsur terkait tengah menyiapkan strategi untuk megevakuasi buaya dari sungai Luk Ulo.

Hari ini, Kamis (7/12/2017) mereka mendampingi warga desa Rantewringin Kecamatan Buluspesantren membuat perangkap untuk menangkap buaya yang sering muncul di sungai yang melintasi desa tersebut.

Petugas BKSDA Wahyono mengatakan, perangkap dibuat secara sederhana dengan bahan baku yang tersedia di alam, berupa kayu dan bambu.

"Ini masih dibikin perangkapnya, kami dampingi warga untuk membuatnya," katanya, Kamis (7/12).

Jika sudah jadi, perangkap itu akan dipasang di tempat yang sering dikunjungi buaya tersebut. Jebakan itu akan diberi umpan di dalamnya untuk memancing predator tersebut agar masuk ke dalam perangkap.

Targetnya, buaya itu terjerat saat berusaha meraih umpan di dalam kotak perangkap. Dengan demikian, hewan bertaring itu akan mudah dilumpuhkan.

Selain mendampingi warga membuat perangkap, pihaknya juga mengedukasi warga mengenai teknik yang tepat untuk melumpuhkan buaya.

Tentunya, penangkapan buaya nanti akan disertai ahli dari BKSDA yang berpengalaman menangkap satwa liar.

"Kami selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk pemasangan perangkapnya,"katanya

Warga desa Rantewringin antusias saat dilibatkan dalam upaya evakuasi buaya ini. Wajar, keberadaan buaya di sungai Luk Ulo di desa mereka dianggap sudah meresahkan karena berpotensi mengancam keselamatan warga.

Wahyono menyebut, langkah pihaknya ini juga menindaklanjuti aspirasi warga yang mengharap bantuan BKSDA untuk menyingkirkan buaya dari desa mereka.

Terlebih, sungai Luk Ulo di desa tersebut diwacanakan akan dibangun tempat pariwisata sehingga pemerintah desa maupun warga berharap evakuasi buaya ini bisa dipercepat.

Menurut Wahyono, usai menerima laporan dari warga terkait kemunculan buaya di sungai Luk Ulo desa Rantewringin, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengecek lokasi kemunculan predator itu.

Pada pengecekan hari ini, bersamaan dengan proses pendampingan terhadap warga, pihaknya melihat buaya itu muncul kembali yang bergerak ke pinggir sungai.

"Tadi terlihat lagi buayanya muncul, ada satu yang kami lihat," katanya.(*)


Editor : Setiyo

Komentar