BREAKING NEWS: Jalur Selatan Rel Kereta Api Ambles, Penumpang Dioper dengan Bus

Kabarkebumen.com - Senin, 07 Desember 2017 | 11:34 WIB
Rel Ambles

BANYUMAS, KABARKEBUMEN.COM - Perjalanan kereta api via Daop 2 Bandung kembali terganggu karena bencana alam. Jalur rel kereta api (KA) di petak jalan antara Warung Bandrek-Bumiwaluya Garut Jawa Barat, tepatnya di KM 227+4/5 ambles pada Kamis dini hari, pukul 00.50 Wib, (7/12).

Karena musibah itu, oleh PT KAI, jalur tersebut dinyatakan tidak aman untuk dilewati atau terjadi rintang jalan (rinja).

"Berdasarkan informasi dari Daop 2 Bandung, telah terjadi amblesan di jalur kereta api itu. Sudah dilakukan pemeriksaan pada jalur itu oleh unit jalan rel dan jembatan Daop 2 bandung,"kata Manajer Humas Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko, Kamis (7/12).

Menurut Ixfan, penanganan untuk normalisasi jalur ini diperkirakan memakan waktu kurang lebih 6 jam dari waktu kejadian, pukul 01.50 Wib.

Rintang jalan akibat amblesan itu berdampak pada beberapa terganggunya perjalanan kereta api yang melintasi jalur itu. Beberapa KA terpaksa mengalami perubahan pola operasi, yaitu KA 111 Mutiara Selatan relasi Malang-Bandung, dan KA 91 Malabar relasi Malang-Bandung.

KA itu seharusnya melintas Kroya-Tasikmalaya-Bandung, berubah pola operasi menjadi Kroya-Purwokerto-Cikampek-Bandung.

Selain mengubah pola operasi KA, agar pelanggan tetap terlayani, PT KAI Daop 5 melayani oper staven, yaitu pengalihan pelanggan dari KA Malabar dan Mutiara Selatan tujuan Maos, Banjar, Tasikmalaya, Cipendeuy, Dan Ciamis menggunakan angkutan bus.

Adapun pelanggan yang dioper menggunakan bus melalui keberangkatan dari Stasiun Purwokerto, dari KA Malabar berjumlah 31 orang, 5 orang di antaranya tujuan Banjar, 2 penumpang tujuan Cipendeuy, dan 24 lainnya tujuan Tasikmalaya.

Sedangkan penumpang KA Mutiara selatan yang dioper berjumlah 36 orang, di antaranya 12 orang tujuan Banjar, 2 orang tujuan Ciamis, 5 orang tujuan Maos, dan tujuan Tasikmalaya sebanyak 14 penumpang.

"Kami atas nama PT.KAI (persero) Daop 5 Purwokerto, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya atas kejadian dan kondisi yang ada sehingga mengurangi kenyamanan pelanggan dalam perjalanan, namun penanganan tersebut kami lakukan untuk keselamatan dan pelayanan pelanggan," katanya. (*)


Editor : Setiyo
Sumber : jateng.tribunnews

Komentar