Ribuan Offroader Ramaikan Kode#3 di Waduk Sempor

Kabarkebumen.com - Senin, 03 Desember 2017 | 11:12 WIB

SEMPOR, KABARKEBUMEN.COM - Ribuan offroader mengikuti event offroad roda dua paling Akbar setanah air Kebumen One Day Enduro #3 (KODE#3), Minggu (03/12/2017).

Sedikitnya 5.000 pecinta offroad setanah air dari Sabang hingga Merauke ikut andil dalam kegiatan ini. Seperti dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Palembang, Jambi, Bali, Tangerang, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Tengah. Bahkan ada peserta dari Malaysia, Singapura, hingga Vietnam.

Ketua Panitia KODE#3, Rahmat Hidayat, menjelaskan awalnya start dan finish dipusatkan di Benteng Van Der Wijk Gombong. Namun karena sempitnya jalur keluar masuk area tersebut, juga dengan alasan keamanan yang dikarenakan peserta tidak diijinkan untuk membawa motor trail ke area dalam benteng, maka untuk lokasi start dan finish dipindahkan ke Obyek Wisata Waduk Sempor.

"Dengan pemandangan alam yang lebih asri, udara yang lebih sejuk, serta lebih dekat untuk masuk ke jalur, objek wisata Waduk Sempor ini dipilih oleh panitia untuk lebih memberikan kenyamanan kepada seluruh offroader," terang Rahmad Hidayat.

Rahmat mengungkapkan, jalur yang akan dilalui oleh peserta KODE#3 seluruhnya jalur baru, jalur dibuat lebih lebar, 80 persen tanah dan melewati beberapa objek wisata alam. "Tidak menggunakan jalur kode#1 dan kode#2," ujarnya.

Panitia telah menyediakan hadiah menarik pada ajang tersebut, yaitu dua unit mobil Daihatsu Ayla, tiga unit CRF 250 Rally, tiga unit CRF 150 L, tiga unit KLX 150 dan 10 unit motor matic.

Pembina Kode #3 Azam Fatoni, menambahkan panitia juga telah menyediakan sedikitnya 50 home stay untuk menginap peserta. Hal itu lantaran hunian hotel di Kabupaten Kebumen, pada gelaran tersebut diprediksi akan penuh. "Nanti peserta juga akan berhenti di sejumlah spot wisara. Di Curug Sudimoro dan wisata alam Buki Kahyangan di Karanggayam," kata Azam Fatoni.

Para peserta juga bakal disuguhi aneka makanan khas Kebumen, yakni sate ambal dan nasi penggel. "Kalau nantinya ada keuntungan dari penyelenggaraan ini akan diberikan untuk kegiatan sosial," imbuhnya.

Menurutnya, keuntungan dari penyelenggaraan itu akan disumbangkan untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tidak tercover APBD. Serta untuk mendanai kegiatan relawan siaga bencana.(*)


Editor : Setiyo

Komentar