Banjir Kebumen Tak Pengaruhi Percepatan Luas Tambah Tanam

Kabarkebumen.com - Jumat, 25 Oktober 2017 | 14:55 WIB
Banjir di lahan persawahan di Kebumen beberapa waktu lalu

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Banjir di lahan persawahan Kebumen tidak mempengaruhi upaya Kabupeten Kebumen dalam program percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, Kedelai yang memiliki luas baku 39.748 hektar. Hal itu disimpulkan dari pantauan Ali Rachman selaku Ketua STPP Magelang yang juga Penanggungjawab Upaya Khusus Padi Palawija dan Kedelai (Upsus Pajale) Pokja VI.

Beberapa kecamatan yang sempat mengalami banjir beberapa waktu lalu meliputi Kecamatan Klirong, Adimulyo, Petanahan, Puring, Ayah, Sruweng, Alian, dan Kebumen. 

"Sebagian besar banjir tersebut telah surut, hanya tinggal di beberapa kecamatan dengan luasan kurang lebih 200 ha, ungkap Rasid," Koordinator Jabatan Fungsional Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen. Lahan sawah yang masih banjir tinggal tersisa di Kecamatan Adimulyo yaitu di Desa Adiluhur, Banyuroto, Sugihwaras, dan Tepakyang. 

Sedangkan di Kecamatan Puring, yang masih tergenang ada di Desa Bumirejo. Luasan ini tidak berpengaruh pada upaya Kabupaten Kebumen dalam program percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, Kedelai yang memiliki luas lahan baku seluas 39.748 ha. 

Ali Rachman dalam kunjungan lapangan mengatakan apabila banjir berdampak pada lahan-lahan yang telah ditanam padi maka Kementerian Pertanian menyediakan bibit unggul untuk menggantinya agar petani dapat segera menyemai kembali sehingga dapat segera tanam dan petani tidak mengalami kerugian.       

Kondisi banjir pada lahan sawah ini ternyata tidak menyurutkan semangat petani untuk menanam padi yang saat ini memasuki musim tanam periode Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018. Banyak petani Kebumen saat ini yang lahannya sudah surut dari banjir melaksanakan pengolahan tanah dan membuat persemaian padi. Menurut petani, adanya banjir telah menghanyutkan hama wereng dan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang lain sehingga tidak menyerang lahan mereka. 

 Bulan Oktober 2017 merupakan awal musim tanam padi di Kabupaten Kebumen. Puncak tanam padi diperkirakan bulan November dan Desember 2017. Sementara itu, menurut data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, luas tanam padi periode Oktober 2017 – Maret 2018 diperkirakan mencapai 50.690 ha. Pada kegiatan pemantauan tersebut, Ali menyampaikan bahwa banjir ini tidak mempengaruhi target LTT Oktober. “LTT Padi Kabupaten Kebumen ditargetkan dapat mencapai 1.219 ha sampai akhir Oktober 2017. Dengan semangat petani yang cukup tinggi untuk menanam padi, saya optimis target ini dapat tercapai”, ucap Ali Rachman. (*) 


Sumber : krjogja

Komentar