Mayoritas Perajin Gula Kebumen Sewa Pohon

Kabarkebumen.com - Jumat, 23 Oktober 2017 | 10:14 WIB
Seorang perajin gula Kebumen sedang memasak nira. (Foto: Dasih)

KEBUMEN, KABARKEBUMEN.COM - Para perajin gula kelapa di sejumlah kecamatan di Kebumen ternyata mayoritas tak memiliki pohon kelapa sendiri. Karena itu, untuk keperluan memproduksi gula kelapa mereka harus menyewa pohon kelapa dari para petani kelapa.

"Dari pohon-pohon kelapa yang kami sewa itulah, kami mengambil legen atau niranya

sebagai bahan baku pembuatan gula. Adapun pembayaran sewanya tidak dengan uang, 

melainkan dengan gula, per pohon kami membayarnya dengan 1 kilogram gula per bulan,"

ungkap Ny Edi, perajin gula Desa Ampelsari Kecamatan Petanahan Kebumen, Ny Edi,

di rumahnya, Minggu (22/10/2017).

Penuturan yang sama juga disampaikan oleh Ny Saino, perajin gula di perumahan

eksodan Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong Kebumen. Menurut Ny Edi dan Ny Saino,

perajin gula di desa mereka biasanya merupakan pasangan suami isteri yang berbagi

tugas dalam memproduksi gula. Dalam pembagian tugas, si suami menjadi penderes

atau penyadap nira sedangkan si isteri memasak nira menjadi gula.

"Untuk mengumpulkan nira, setiap hari suami saya harus kerja keras memanjat puluhan 

pohon kelapa untuk mengambil nira yang disadap sehari sebelumnya. Sekaligus,

memasang bumbung kosong untuk menampung nira yang baru disadap," jelas Ny Edi.

Menurut Ny Edi nira yang terkumpul pada hari itu harus dimasak pada hari itu juga.

Bila pemasakan tertunda sampai lebih dari 10 jam, maka akan menjadi gula 'gemblung'

atau sangat lembek.

Sedangkan Ny Saino menuturkan per hari suaminya harus memanjat 50 sampai 60 pohon

kelapa, yang rutin dilakukan pada pagi hari pukul 06.00 sampai 10.00.

"Nira yang diambil rata-rata 35 liter per hari yang menghasilkan 13 sampai 14 kilogram 

gula kelapa. Adapun pemasakan nira hingga menjadi adonan yang siap dicetak rata-rata

mencapai 4 jam," ujar Ny Saino.

Sedangkan di desa-desa sentra gula di Kecamatan Ayah Kebumen, para pemilik pohon 

kelapa biasanya membagi hasil 50 % : 50 % dengan para penderes.

"Di Ayah, pemilik pohon maupun penderesnya adalah sama-sama perajin gula. Jadi nira

yang disadap harus dibagi dua," jelas Ahmad, perajin gula Desa Karangpoh Kecamatan Ayah.


Sumber : krjogja

Komentar