Kebumen, Perlu Pendidikan Anti Teroris

Kabarkebumen.com - Selasa, 30 Mei 2013 | 05:17 WIB

Hal ini tidak diprediksi oleh kalangan pendidikan di Kebumen sebelumnya. Isu tentang terorisme muncul sejak tahun 2001 yaitu peristiwa 11 September ditandai penyerangan WTC dan Pentagon di Amerika Serikat. Sejak peristiwa tersebut berturut-turut negara-negara yang diduga menjadi tempat persembunyian teroris dihancurkan. Sebut saja Afganistan, Irak, Libanon, Libya, Mesis dan Iran. Meskipun yang disebut terakhir belum berhasil dikuasai.

DI Indonesia sendiri sedikitnya tiga peristiwa pengeboman yang dilakukan teroris. Bali satu, Bali dua dan Hotel JW. Mariot di Jakarta. Sasaran di Bali adalah turis-turis asing dari Australia. Sementara di JW Marriot turis dari Amerika Serikat.

Maraknya aksi terorisme yang kembali mengemuka memaksa Kebumen untuk melakukan antisipasi terhadap perkembangan paham yang menghalalkan tindak teror untuk meraih tujuannya. Antisipasi tersebut harus dilakukan secara terus menerus dengan konsep yang matang. Salah satu sarana mengantisipasi penyebaran teorisme adalah dengan menyelenggarakan pendidikan anti terorisme di Kebumen.

Hal ini dapat dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bekerjasama dengan Kementerian Agama di Kebumen menggandeng pesantren-pesantren dan ormas-ormas agama seperti NU dan Muhammadiyah. (kebumennews.com)


Penulis : Kabar Kebumen

Komentar