Sekda Kebumen Adi Pandoyo Divonis 4 Tahun Penjara oleh Hakim Tipikor

Kabarkebumen.com - Senin, 05 September 2017 | 21:43 WIB
Sekda Kebumen Adi Pandoyo menyalami tim penasihat hukumnya usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (15/8). Adi Pandoyo dituntut 5 tahun penjara karena menerima suap. (Foto: ANTARAJATENG.COM/ I.C.Senjaya)

SEMARANG, KABARKEBUMEN.COM - Sekretaris nonaktif Daerah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Adi Pandoyo, dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (05/09/2017). 

JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mendakwa Adi Pandoyo dengan dakwaan kesatu pertama Pasal 12 huruf a UU Nomor 31/No.31/1999 sebagaimana diubah UU No. 20/2001 tentang pemberantasan korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. Dan dakwaan kedua, Pasal 12 huruf B UU Nomor 31/ No.31/1999 sebagaimana diubah UU No. 20/2001 tentang pemberantasan korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Menyatakan terdakwa Adi Pandoyo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan suap dan menerima gratifikasi. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana empat tahun penjara. Pidana denda Rp 200 juta subsidair enam bulan kurungan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan agar terdakwa tetap ditahan,” kata Siyoto, ketua majelis hakim dalam putusannya.

Kasus ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait adanya proyek senilai Rp 4,8 miliar di Dikpora Kebumen. Dalam kasus ini, lima orang telah diputuskan bersalah oleh majelis hakim masing-masing Mantan Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudi Trihartanto dan Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Sigit Widodo yang divonis 4 tahun penjara denda Rp 200 juta subsidair dua bulan.

Selanjutnya Direktur PT OSMA Hartoyo yang divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair enam bulan serta terdakwa lainnya M. Basikun Mualim atau Ki Petruk yang divonis 4 tahun penjara dan denda uang Rp 100 juta subsidair tiga bulan kurungan.


Penulis : Budi
Editor : Setiyo

Komentar