Wisata Susur Sungai di Lereng Gunung Merbabu

Kabarkebumen.com - Selasa, 03 September 2017 | 00:41 WIB

AMPEL, KABARKEBUMEN.COM - Semuncar, adalah sebuah air terjun yang terdapat di lereng timur gunung Merbabu, merupakan sumber mata air bagi masyarakat Ampel dan sekitarnya. Aliran ini besumber dari rembesan kabut yang senantiasa menyelimutinya. Selain air terjun semuncar terdapat dua anakan air terjun dibawahnya yaitu air terjun tempuran dan air terjun sipongok. Tidak mudah untuk mencapai air tejun semuncar karena yang ketaknya memang terjal yang dikelilingi lembah tinggi menjulang.

Terletak di desa Candisari kecamatan Ampel kabupaten Boyolali, air terjun ini jarang dikunjungi wisatawan karena memang publikasi yang hanya dari mulut ke mulut. Akses menuju air terjun ini sendiri tidaklah sulit hanya saja kendaraan untuk mencapai ke lokasi menggunakan jasa ojek yang memang sudah siap mengantarkan para wisatawan, berjarak 10 km dari kota Ampel hanya menempuh lebih kurang 15 menit perjalanan.

Sesampainya di desa Candisari pengunjung disarankan untuk mendaftakan diri di posko yang memang sudah dipersiapkan dan dikelola oleh para pegiat alam dan remaja karang taruna setempat. Pengunjung diwajibkan membayar biaya masuk sebesar Rp 3.000 per orang. 

Sebelum mencapai lokasi wisata pengunjung akan menemui petilasan Syekh Maulana Ibrahim Maghribi. Petilasan ini sering dikunjungi oleh warga sekitar ataupun dari kota kota lain untuk berziarah. Jarak antara titik awal basecamp hingga air terjun diperkirakan sejauh 3 km dan dapat ditempuh dalam waktu 2 jam. 

Disarankan kepada para pengunjung untuk menggunakan kelengkapan layaknya mendaki gunung, seperti sepatu khusus untuk mendaki, karena medan yang dilalui cukup terjal, dan juga jaket serta membawa pakaian ganti dan bekal yang cukup, 

Terdapat dua jalur yang dapat dilalui oleh para wisatawan, jalur pertama di sebelah kiri yang merupakan kebun dari para penduduk sekitar, akan tetapi perlu hati hati karena walaupun terlihat datar tetapi cukup berbahaya karena lebarnya jalur hanya selebar 60 cm yang disebelah kanannya merupakan aliran sungan cipendok yang memiliki ketinggian sekitar 2 meter dan rawan longsor. Jalur kedua disebelah kanan adalah jalur sungai cipendok yang sudah tidak lagi dialiri air, karena air sungai ini sudah dialihkan melaui pipa pipa besar oleh perusahaan air negara untuk keperluan penduduk sekitar.

Jalur kedua ini cukup terjal karena terdapat batu batu besar, dan jalur yang dilalui pun kerap tidak jelas terlihat. Setelah menikmati keindahan panorama alam yang dikiri kanannya terdapat tebing tinggi pengunjung akan menjumpai air terjun pertama yaitu air terjun tempuran yang sangat indah, tinggi air terjun ini tidak lebih dari 5 meter, bau dupa masih tercium dari kejauhan, bukti adanya keyakinan klenik yang menyelimuti warganya.

Pengunjung dapat berhenti sejenak untuk melepas lelah dan menikmati sejuk dan dinginnya air terjun. Setelah puas menikmati panorama air terjun tempuran perjalan dilanjutkan menuju air terjun sipongok. Jarak tempuh dari air terjun tempuran menuju air terjun sipongok sekitar 15 menit perjalanan. Air terjun sipongok Air terjun sipongok tidaklah setinggi air terjun yang biasa dilihat, ketinggiannya hanya 2 meter.

Untuk melanjutkan ke air terjun semuncar di harapkan kwaspadaan dan kehati hatian pengunjung, karena mulai air terjun sipongok ini jalur semakin terjal dan berbahaya, untuk mencapai ke air terjun selanjutnya, para pengunjung harus melalui aliran sungai yang airnya cukup deras disertai batu batu besar yang amat licin. Jika salah dalam melangkah akibatnya amatlah fatal. Bisa dikatakan jalur susur sungai ini amatlah menguji nyali para pengunjung, ada beberapa pengunjung yang mengurungkan niatnya karena memang persiapannya yang kurang, akan tetapi banyak pula yang nekat melanjutkan. Isal misalnya tetap melanjutkan perjalannan karena menurut dia walaupun sulit namun tetap mengasyikan.

“wah kalo liat jalur gini sih deg degan juga, tapi juga mengasyikan, makanya saya lanjut terus sambil menguji nyali” tuturnya.

Tidak sampai disitu, selepas menyusuri jalur sungai nan terjal pengunjung akan menemui jalur darat namun tidak mengurangi tingkat kesulitan, karena harus melalui jalur tebing dengan kemiringan hampir 60 derajat, yang dibawahnya terdapat sungai yang airnya mengalir dengan deras. Hanya dengan seutas tali yang sudah tersedia diminta kepada pengunjung untuk berhati hati dalam melangkah. Setelah melalui berbagai macam rintangan akhirnya tibalah di tempat yang dituju air terjun semuncar. 

Semuncar berasal dari bahasa jawa muncar atau muncrat yang berarti memancar. Sebagaimana dengan namanya air itu benar benar memuncar dari tubuh gunung merbabu turun membasahi dan dan memberi kesejukan juga kesegaran bagi para penikmatnya. Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter itu membuat para pengunjung ingin merasakan cipratan air yang jatuh itu dan merasakan sensasi tetesannya. Sebuah perjalanan yang melelahkan namun mampu membuat decak kagum dan bersyukur atas karuniaNya. Air terjun semuncar bak sebuah surga yang tersembunyi.  


Penulis : Joell Prasetyo
Editor : Setiyo

Komentar