Dari MC Sendal Jepit, Golok Setan, Hingga Empang Kematian

Kabarkebumen.com - Rabu, 01 September 2017 | 00:47 WIB

KABARKEBUMEN.COM - Menjadi pembawa acara atau MC tidaklah semudah yang dibayangkan, walaupun hanya menjadi pembawa acara dilingkup yang kecil seperti acara di lingkungan rumah. Menjadi seorang pembawa acara harus memiliki wawasan yang luas terutama di setiap acara yang akan dibawakannya, bukan hanya itu dari sisi penampilan pun amat sangat diperhatikannya, mukai dari cara berpakaian hingga cara berbicara.

 

Terkadang untuk menjadi seorang pembawa acara harus melalui pendidikan khusus ataupun kursus kursus yang saat ini banyak tersebar di setiap penjuru kota.


Namun hal ini bertolak belakang dengan salah satu pembawa acara yang selalu hadir di panggung panggung musik metal, Agung Yulianto, atau biasa disapa mr gele. Agung sendiri tidak pernah mengecap pendidikan khusus atau kursus di sekolah broadcasting. Namun jika dilihat dari gaya bicaranya yang ceplas ceplos namun berbobot ketika diatas panggung saat sedang membawakan sebuah acara, seperti layaknya pernah mengeyam pendidikan.

 

"Gue gak pernah yang namanya ikut kursus broadcast atau sejenisnya, semua mengalir begitu aja saat dipanggung". Terang gele.


Profesi ini sendiri mulai di geluti oleh gele sejak tahun 1999. "Pertama jd MC tahun 1999, di acara metal yang gue bikin sama kawan kawan". Cetusnya. 


Seiring berjalannya waktu, gele mulai menekuni profesi ini. Hingga hari ini gele masih aktif bergelut di dunia entertainment. Dengan penampilan serba urakan dan terkesan cuek namun penampilannya tetap ditunggu para metalhead disetiap ajang.


Selain urakan dan terkesan nyeleneh, gele dikenal juga sebagai mc sendal jepit, karena memang disetiap penampilannya selalu menggunakan sendal jepit. " Kalau kita mau cepet dikenal sama khalayak ya harus cari inovasi tersendiri, akhirnya gue berpikir panjang apa kira kira yang  bisa jadi trademark gue", gele menjelaskan.


"Dan lewat sendal jepit inilah akhirnya gue bisa dikenal khalayak", tambahnya.


Selain menjadi seorang pembawa acara, gele sendiri memiliki sebuah band ber genre grincore, Golok Setan. Dan judul lagu lagu dari golok setan kebanyakan mengambil dari bahasa Betawi,seperti makdirodok, elu jual gue beli, tai ledik dan macem macem gw sabet lo monyong.


Selain menekuni dua bidang tersebut gele juga saat ini memiliki usaha pemancingan, terletak dikawasan Jakarta Selatan. " ini sebenernya bisnis keluarga, tapi memang sejak tahun 2011 gw yang kelola, ya lumayan lah itung itung untuk menambah pemasukan dapur, yang penting dapur tetap ngebul", seloroh gele. Usaha pemancingan tersebut pun di nama dengan nama yang cukup membuat bulu kuduk berdiri, empang kematian, demikianlah nama pemancingan tersebut.


"Ya apalah arti sebuah nama, maksud tujuan gue selama ini ya biar gampang dikenal aja, dan ternyata banyak juga para metalhead, baik itu dari para penggemar atau pun musisi underground tanah air berkunjung kesana, bisa sebagai ajang silaturahmi atau berdiskusi soal macem macem" tandasnya.


Penulis : Joell Prasetyo

Komentar