Mitos Unyeng-Unyeng Dua di Kepala

Kabarkebumen.com - Rabu, 29 Agustus 2017 | 21:10 WIB
ilustrasi

Hidup sebagai orang Jawa itu artinya harus sering berhadapan dengan yang namanya mitos, sebagian besar mitos merupakan bentuk kearifan lokal yang memang dikiaskan. Jika anda pernah mendengar kata babad misal babad tanah jawa, apa yang tertulis disana bukanlah benar-benar makna sebenarnya, babad merupakan gabungan sejarah dan sastra yang digunakan untuk menghiperbolis dan menyanjung berlebihan pada tokoh atau keadaan tertentu. Demikianlah kearifan-kearifan lokal yang tampak sebagai mitos karena penyampaian maknanya menjadi lain sama sekali dari maksud yang ingin diungkapkan.

Misalnya tentang tidak bolehnya makan di depan pintu, main di waktu magrib, makan di dalam kamar dan lain sebagainya, mitos itu terbentuk karena orang-orang generasi berikutnya tidak sempat mencerna apa maksud larangan orang tua mereka terdahulu, sehingga mereka hanya mampu melarang anak-anak mereka tanpa tahu makna yang ingin disampaikan leluhur mereka.

Nah yang aku akan bahas kali ini adalah uyeng-uyeng/pusaran rambut kepala, ingin membahas apa padanan katanya dalam bahasa Indonesia, uyeng-uyeng/pusaran rambut kepala dalam bahasa Jawa berarti pusaran rambut di kepala kita. Konon ada yang menyebut itu adalah titik pusat nyawa kita, atau lebih sering kita sebut orang yang nakal/bandel.

Kebanyakan manusia memiliki uyeng-uyeng/pusaran rambut kepala satu, beberapa memiliki dua di kepalanya. Memang ada kecenderungan anak-anak pusaran rambut kepala dua memiliki tenaga, ketrampilan dan ketahanan fisik yang lebih kuat ketimbang lainnya.

Alhasil, sepertinya kita memang nggak bisa menjudge seseorang berdasarkan unyeng-unyeng/pusaran rambut kepala yang ia miliki. Toh, kelakuan anak lebih bersumber dari pengaruh lingkungan luar dirinya.


Editor : Budi

Komentar