Kasus Suap di Kebumen Berpotensi Ada Tersangka Baru

Kabarkebumen.com - Selasa, 13 Juli 2017 | 17:12 WIB
ilustrasi/Merdeka.com

SEMARANG, KABARKEBUMEN.COM – Sejumlah fakta baru terungkap dalam sidang kasus suap proyek Dinas Pendidikan dan Olahraga dengan terdakwa mantan Sekda Kebumen Adi Pandoyo di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah. Perkara itu berpotensi memunculkan tersangka baru.

“Saya melihat arahnya akan ada tersangka baru,” kata Direktur The Pandjer School of Public (PSP) Agung Widhianto, Selasa (11/7/2017).

Salah satu fakta baru terungkap saat pemeriksaan saksi-saksi di persidangan Andi Pandoyo adalah terkait aliran dana suap tersebut diduga mengarah ke gratifikasi.

Seunit mobil Toyota Innova putih berpelat R 493 L diakui diterima Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz. Mobil itu atas nama Qumil Laila, anak perempuan Yazid. Mobil tersebut kini disita KPK sebagai barang bukti kasus suap.

Hari ini Yazid ikut hadir sebagai saksi di persidangan. Ia diperiksa bersama tiga anggota DPRD Kabupaten Kebumen yakni Makrifun, Jenu dan Probo. Dari kesaksian terungkap bahwa mobil itu dibeli dengan uang muka (DP) Rp5 juta yang berasal dari anggota DPRD bernama Jenu.

“Uang itu adalah dari pengusaha Barli Halim. Nah, setelah itu ada cicilan sebulan Rp12 juta. Dua kali cicilan dibayar Pak Jenu atas perintah dari Barli,” ujar Agung.

Setelah itu, karena tak bisa melunasi cicilan, Yazid menghubungi bupati. Kemudian Hojin Ansori, orang kepercayaan bupati melunasi cicilan mobil. Yazid mengaku bahwa ia tidak pernah minta dibelikan atau dibayarkan mobil tersebut. Ia juga mengaku sempat ingin mengembalikan mobil itu, tapi belum sempat dilakukan sudah disita KPK.

Menurut Agung, mobil itu bisa dikategorikan gratifikasi karena Yazid menerima mobil itu saat menjabat wakil bupati.

Fakta lain yang terungkap di persidangan adalah, sejumlah anggota DPRD ikut menerima aliran uang suap berupa dana fokir yang menjerat Adi Pandoyo. (*)


Penulis : Budi
Sumber : krjogja

Komentar