Banjir Kepung Cilacap

Kabarkebumen.com - Minggu, 19 September 2016 | 16:14 WIB

CILACAP, KABARKEBUMEN.COM – Hujan deras yang menguyur Kabupaten Cilacap sejak Jumat (17/9) malam hingga Sabtu (18/9) kemarin mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Banjir terjadi di Kecamatan Kroya, Patimuan dan Sidareja. Sementara longsor menghantam pemukiman warga di Kecamatan Wanareja. Dari Kecamatan Sidareja dilaporkan, ratusan rumah terendam air di Desa Sidareja, Gunungreja, Sidamulya, Sudagaran, Margasari, Tegalsari dan Tinggar Jaya.

Banjir ini memaksa 43 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Sidareja mengungsi ke 4 titik. Mereka tersebar di mushala Koramil Sidareja, balai Desa Sidareja dan 2 balai RT. Mereka mengungsi setelah air masuk kedalam rumah mulai pukul 04.00, Sabtu dini hari. “Air mulai masuk rumah jam empat pagi. Kalau hujan dari jam sepuluh malam sabtu,” ujar Saidah, warga Dusun Cibenon Barat Desa Sidareja, kemarin. Dia mengaku, air di rumahnya kemarin nyaris menyentuh lutut orang dewasa. Sementara di pekarangan, ketinggian air mencapai pinggang. Alhasil, dia bersama sejumlah warga lainnya masih tetap bertahan di mushala Koramil Sidareja sambil berharap air segera surut. “Di dalam rumah air dibawah lutut,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Kumara melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Martono kemarin memastikan, banjir di Kecamatan Sidareja, Patimuan dan Kroya sudah jauh berkurang. Kondisi ini dimanfaatkan pengungsi yang bertahan di 2 balai RT kembali ke rumah masing-masing. “Lokasi pengungsian tinggal di balai desa dan koramil Sidareja,” katanya.

Dia menyebutkan, banjir di Kecamatan Sidareja terjadi karena tingginya debit air sungai Cibeureum hingga melimpas ke perkampungan warga. Disaat bersamaan, air dari perumahan warga tertahan dan tidak bisa keluar melalui saluran pembuangan yang ada. Pihaknya juga mencatat 1 rumah warga roboh karena diterjang banjir.

Sebaliknya, banjir di Kecamatan Kroya yang dialami warga Desa Sikampuh dan Bajing sudah teratasi. “Di Kroya sudah teratasi setelah penyumbatan di pintu air kita buka,” ujarnya. Dari Kecamatan Wanareja dilaporkan, hujan deras mengakibatkan 5 rumah warga terkena tanah longsor. 4 rumah diantara berada di Desa Bantar.

Sisanya mili Een Pepe, warga Dusun Purwasari RT 03 RW 06 Desa Madura dan memaksa pemilik rumah bersama keluarganya mengungsi. Selain itu, sungai Cilaca dan Cibeureum jebol dan mengakibatkan genangan di persawahan dan pekarangan warga. Genangan serupa juga mulai terjadi di sawah dan pekarangan warga Desa Tarisi. Namun demikian belum ada warga mengungsi. Mereka masih tetap bertahan di rumah masing-masing.

Kemarin, sejumlah relawan dari Muhammadiyah Disasster Management Centre (MDMC) Kabupaten Cilacap memberikan pendampingan dan bantuan bagi korban. Di Kecamatan Wanareja, relawan bahu membahu bersama warga dan aparat terkait memperbaiki rumah yang terkena tanah longsor di Desa Madura.

Di Kecamatan Sidareja, sejumlah relawan membantu pengungsi terutama anak-anak untuk belajar. Langkah ini dilakukan karena Senin ini mereka akan menghadapi ujian tengah semester. “Ada pengungsi yang masih sekolah dan kita bantu mereka belajar karena besok (Senin-red) mereka mau tes,” ujar Ketua MDMC Kabupaten Cilacap, Tasnarto.
Sumber : radarbanyumas



Komentar