Kode Etik

 

1. Berita terpercaya, jujur dan akurat.
2. Menempuh cara profesional.
3. Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
4. Tidak menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
5. Tidak menyalah gunakan profesi dan tidak menerima suap.
6. Memiliki Hak Tolak.
7. Tidak menyiarkan berita prasangka atau diskriminasi.
8. Menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
9. Segera mencabut, meralat dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai permintaan maaf.
10. Melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.